Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemaknaan Laki – laki Redflag pada Tokoh Gwan Sik dalam film When Life Gives You Tangerines (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) Fabiola Della Alveina; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17839

Abstract

Penelitian ini mengkaji serial drama korea (K-Drama) berjudul When Life Gives You Tangerines yang menggambarkan tokoh utama laki – laki sebagai seseorang dengan karakter yang sangat baik (greenflag). Tujuan penelitian adalah menemukan dan menganalisis dialog, adegan, alur cerita yang menggambarkan pemaknaan berbeda pada tokoh. Pendekatan dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Analisis semiotika mengkaji tanda sebagai ground, object, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gwan Sik memiliki sifat laki – laki redflag, yaitu sifat egois, melakukan kenakalan remaja, sifat protektif, dan kegagalan sebagai ayah.
PEMAKNAAN KEPERCAYAAN PASIEN MILENIAL ANTARA DOKTER DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM KONSULTASI KESEHATAN Berliana Bunga Priscagita; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.28035

Abstract

Kehadiran Kecerdasan Buatan Artifical Intelligence (AI) dalam dunia kesehatan telah menciptakan paradigma baru bagi pasien dalam mencari informasi medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman yang saling terkait (intertwined experiences) pada generasi milenial dalam memanfaatkan Artifical Intelligence (AI) dan layanan dokter konvensional. Dengan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini menggali bagaimana lima partisipan yang berusia 29-44 tahun yang merupakan pengguna aktif layanan kesehatan digital memaknai peran kedua entitas antara Artifical Intelligence (AI) dan layanan dokter secara langsung dalam proses konsultasi kesehatan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengalaman pasien milenial tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung antara penggunaan teknologi dan interaksi manusiawi. Artifical Intelligence (AI) dipahami sebagai instrumen yang unggul dalam aspek efisiensi teknis, memberikan kecepatan akses, dan kelengkapan data medis yang bersifat informatif. Namun, penelitian ini menemukan bahwa Artifical Intelligence (AI) memiliki batasan dalam memberikan validasi emosional. Sebaliknya, peran dokter tetap menjadi elemen krusial melalui dimensi empati, kehadiran afektif, dan kualitas komunikasi interpersonal yang memberikan ketenangan batin bagi pasien. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan pasien milenial terbentuk dari sinergi antara fungsionalitas data Artifical Intelligence (AI) dan sentuhan manusiawi dokter. Penemuan ini menyimpulkan bahwa meskipun teknologi menawarkan kemudahan, interaksi interpersonal dokter tetap menjadi jangkar utama kepercayaan di era disrupsi digital.