This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Anis Khoirun Ni’matul Hidayah
Unversitas Al-Falah Assunniyyah Kencong, Jember, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru PAI dalam Menanamkan Nilai Akhlakul Karimah pada Generasi Z di SMA Negeri Umbulsari Anis Khoirun Ni’matul Hidayah; Moh. Nahrowi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17853

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik di tengah dinamika perkembangan teknologi dan media digital. Kehadiran Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan digital menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses pembinaan akhlak, sehingga diperlukan strategi pendidikan yang adaptif dan relevan dengan karakteristik generasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah pada peserta didik Generasi Z di SMA Negeri Umbulsari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan tiga strategi utama dalam menanamkan nilai akhlakul karimah, yaitu keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta pemberian nasihat dan motivasi kepada peserta didik. Ketiga strategi tersebut dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan sehingga mampu membantu peserta didik memahami, menginternalisasi, dan mengamalkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan akhlak pada Generasi Z tidak hanya bergantung pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga pada konsistensi keteladanan guru, pembentukan budaya religius di sekolah, serta penguatan hubungan interpersonal yang mendukung proses internalisasi nilai.