Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEH HERBAL LOKAL INDONESIA: TINJAUAN SENYAWA FENOLIK DAN ANTIOKSIDAN PADA MINUMAN FUNGSIONAL Dayang Vdia Natasa
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/70rw7593

Abstract

Teh herbal lokal semakin mendapat perhatian sebagai minuman fungsional karena potensinya dalam menangkal stres oksidatif dan mendukung kesehatan. Tinjauan ini mengevaluasi kandungan senyawa fenolik, aktivitas antioksidan, serta faktor-faktor yang memengaruhi kualitas berbagai teh herbal Indonesia. Literatur ilmiah menunjukkan bahwa daun kelor (Moringa oleifera) kaya akan kuersetin dan glikosida kaempferol dengan aktivitas antioksidan sangat kuat (IC₅₀ 8,19 ppm). Jahe mengandung gingerol dan shogaol yang menunjukkan aktivitas tinggi pada metode ABTS, FRAP, dan penangkapan radikal H₂O₂. Rosella kaya akan antosianin dengan aktivitas antioksidan yang bervariasi tergantung metode analisis. Selain itu, teh melati, daun jambu biji, bunga telang, daun katuk, daun mangga, dan daun sirsak juga memiliki kapasitas antioksidan yang kuat hingga sangat kuat. Formulasi poliherbal, seperti kombinasi kelor, kunyit, dan jahe, menunjukkan efek sinergis dengan aktivitas antioksidan yang sangat tinggi. Aktivitas antioksidan umumnya berkorelasi positif dengan kandungan fenolik total, meskipun dipengaruhi oleh varietas tanaman, kondisi lingkungan, metode pengolahan, ukuran partikel, fermentasi, serta kondisi penyeduhan. Temuan ini menunjukkan bahwa teh herbal lokal Indonesia memiliki prospek besar sebagai minuman fungsional untuk mendukung kesehatan kardiovaskular, metabolik, dan sistem imun.