Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sensitivity Test of Clove Leaf Essential Oil (Syzygium aromaticum) Against Heterotrophic Bacteria Isolated from Food Products Muhammad Iqbal Filayani; Farida Nur Jana; Fitriyah
JOSAR (Journal of Students Academic Research) Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/josar.v10i2.4940

Abstract

This study aimed to evaluate the antibacterial activity of clove leaf essential oil (Syzygium aromaticum) against heterotrophic bacteria isolated from food products. Clove leaves were collected from Malang Regency, Indonesia, and the essential oil was extracted via steam-water distillation. Bacterial isolates were obtained from food samples using serial dilution and pour plate techniques. Antibacterial activity was assessed using the agar diffusion method at three oil concentrations (50%, 75%, and 100%), with Amoxicillin trihydrate as the positive control and sterile distilled water as the negative control. The morphological characteristics of the isolates were documented, and inhibition zones were measured. Results indicated that inhibition strength increased with oil concentration up to 75%, with the largest numerical inhibition observed against isolate K2 at 100% concentration (31.3 mm), approaching the positive control’s efficacy. Statistical analyses confirmed that differences among treatments were significant (p < 0.001), except between 75% and 100% concentrations, suggesting a plateau in activity beyond the minimum inhibitory concentration. The findings highlight clove leaf essential oil’s potential as a natural antibacterial agent for food preservation, offering an environmentally sustainable alternative to synthetic antimicrobials. However, in vitro conditions may not fully represent performance in real food matrices, warranting further research on its application, stability, sensory effects, and synergistic combinations with other natural antimicrobials.
Pengembangan Leaflet Berbasis Quick Response untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Biologi Materi Struktur Sel Eka Nanda Wahyu Nurul Aini; Muhammad Iqbal Filayani
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1403

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah perlunya pengembangan media pembelajaran leaflet berbasis Quick Response (QR) yang mampu mengintegrasikan sumber belajar digital secara mudah dan interaktif untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa pada materi struktur sel yang bersifat abstrak dan kompleks. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada materi struktur sel yang bersifat abstrak, serta masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran inovatif yang mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media yang menarik, mudah diakses, dan mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran leaflet berbasis kode QR serta mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi struktur sel. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Populasi penelitian berjumlah 175 siswa kelas XI SMAN 1 Sutojayan Blitar, sedangkan sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang terdiri atas 36 siswa kelas eksperimen dan 36 siswa kelas kontrol dengan desain quasi experimental. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media leaflet berbasis kode QR memiliki tingkat kevalidan sangat tinggi dengan persentase ahli materi sebesar 98,6%, ahli media 88%, dan guru 97,3%. Validasi instrumen pretest dan posttest memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media tergolong sangat tinggi dengan rata-rata respons siswa sebesar 92%. Dari segi keefektifan, hasil uji T menunjukkan nilai signifikansi hasil belajar sebesar 0,001 dan motivasi belajar sebesar 0,000 (p < 0,05). Uji MANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti terdapat pengaruh secara simultan terhadap hasil dan motivasi belajar. Nilai N-gain pada kelas eksperimen sebesar 56,36 (cukup efektif) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 41,78 (kurang efektif). Dengan demikian, media leaflet berbasis kode QR dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran biologi.