Afidatul Asmar
Institut Agama Islam Negeri Parepare, Sulawesi Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dakwah Budaya dan Kemanusiaan Berkelanjutan: Integrasi Kearifan Lokal Bugis dalam Pemberdayaan Masyarakat Afidatul Asmar; Shofiatul Jannah; Erliana Banjarnahor
Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol 8 No 1 (2026): Islam Universalia
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/islam-universalia.v8i1.360

Abstract

This study examines the role of cultural da‘wah as a transformative approach to fostering sustainable humanity through the integration of Bugis local wisdom in community empowerment. In increasingly complex multicultural societies, doctrinal forms of da‘wah often face limitations in responding effectively to social, moral, and ecological challenges. The Bugis community possesses deeply rooted local wisdom values sipakatau, sipakalebbi, and sipakainge’ which are inherently aligned with Islamic ethical principles. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation studies. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Bugis local wisdom values function effectively as media of social da‘wah that are internalized in everyday community practices. These values contribute to the strengthening of social ethics, the reinforcement of community cohesion, and the enhancement of ecological awareness grounded in the Islamic concept of khalifah fil ardh. The study concludes that culturally based da‘wah directly supports the realization of sustainable humanity and serves as an epistemic bridge between Islam and local culture. This approach enriches the discourse of da‘wah studies and Islamic social sciences, while also demonstrating strong potential for replication in other cultural communities facing similar social and sustainability challenges. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran dakwah budaya sebagai pendekatan transformatif dalam mewujudkan kemanusiaan berkelanjutan melalui integrasi kearifan lokal Bugis dalam pemberdayaan masyarakat. Di tengah masyarakat multikultural yang kompleks, dakwah yang bersifat doktrinal sering kali belum sepenuhnya mampu merespons persoalan sosial, moral, dan ekologis. Masyarakat Bugis memiliki nilai kearifan lokal berupa sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge’ yang selaras dengan etika Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Bugis berfungsi efektif sebagai media dakwah sosial yang terinternalisasi dalam praktik kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut berkontribusi pada penguatan etika sosial, kohesi komunitas, serta peningkatan kesadaran ekologis berdasarkan konsep khalifah fil ardh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah berbasis budaya secara langsung mendukung terwujudnya kemanusiaan berkelanjutan serta berfungsi sebagai jembatan epistemik antara Islam dan budaya lokal. Pendekatan ini memperkaya kajian dakwah dan ilmu sosial Islam serta berpotensi direplikasi pada komunitas budaya lain.