Rosa Safitri
Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Seren Taun di Daerah Citorek Lebak Banten (Studi Living Hadis) Jupita Apriani; Rosa Safitri; Hofifah; Ulfatus Shalihah; Muyessaroh; Fatichatus Sa'diyah
Al-Hasyimi: Jurnal Ilmu Hadis Vol. 1 No. 2 (2024): Al-Hasyimi: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Al-Hasyimi: Jurnal Ilmu Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63398/jih.v1i2.39

Abstract

Penelitian ini mengkaji resepsi hadis dalam konten video YouTube Guru Gembul episode 182 yang berjudul “Cara Mengukur Kadar Intelektualitas Seseorang”, dengan fokus pada dua hadis utama yang dipaparkan, yaitu larangan berprasangka buruk dan keutamaan sabar dalam menghadapi ujian. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai hadis tersebut diinterpretasikan dan dikontekstualisasikan dalam media digital serta bagaimana pesan tersebut diterima oleh audiens. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap transkrip video dan komentar penonton sebagai data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Gembul menyajikan hadis secara aplikatif dan kritis, menekankan pentingnya sikap terbuka, objektivitas, dan kesabaran sebagai indikator intelektualitas dan keimanan. Respon audiens mayoritas positif, menandakan efektivitas media YouTube sebagai sarana dakwah dan pembelajaran hadis kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital membuka ruang baru bagi proses resepsi hadis yang interaktif dan kontekstual, sekaligus menuntut pemahaman kritis dari para penikmatnya
Hadis perspektif shi'ah Anjaliyatul Luaili; Rosa Safitri
Inspirasi : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2 No 1 (2025): Inspirasi : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Yayasan Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/inspirasi-jpk.v2i1.222

Abstract

Islam is the only religion that is on the side of Allah SWT. Which in the process of spreading it Allah sent a messenger named Muhammad saw, at the beginning of the spread of Islam Allah ordered him to spread Islam or preach secretly, until finally the Messenger of Allah was ordered to preach openly. Islam continues to grow, even though the Messenger of Allah saw had died. And the struggle for Islamic preaching was continued by the Khulafa` al-Rāshidīn led by Abu Bakr, ’Umar ibn al-Khaṭṭtab. ‘Uṡman ibn ‘Affan and the last ‘Ali ibn Abi Ṭalib. But who would have thought that Islam which was fought so hard by the Prophet and his companions would be divided into many divisions. The beginning of the division was marked since the leadership of the last Caliph, namely ‘Ali ibn Abi Ṭalib. And the split group was termed Shī’ah. Shī’ah is linguistically interpreted as adherents or supporters, while in terms of Shī’ah it is interpreted as a group that supports 'Ali. At first, Shī’ah was just an ordinary group that still believed in Ahl al-Sunnah, but over time this understanding began to be contaminated so that the Shī’ah group was divided and became more extreme. Since then, the development of hadith among Shī’ah began to violate Shara, even to the point of going astray.