Rahma Yani Fitri
STAI Madinatun Najah Rengat, Indonesia;

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Analisis AI ChatGPT Dan Implikasinya Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Fauzan Nafis Firdaus; Dessy Syofiyanti; Rahni Julita; Rahma Yani Fitri
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 April 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Artificial Intelligence (AI), khususnya ChatGPT, semakin banyak dimanfaatkan siswa dalam berbagai aktivitas akademik. Kemudahan dalam memperoleh informasi, memahami materi, serta menyelesaikan tugas secara cepat menjadikan ChatGPT sebagai salah satu alat bantu pembelajaran yang praktis dan efisien. Namun penggunaan AI secara berlebihan dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa karena dapat mengurangi keterlibatan mereka dalam proses analisis, evaluasi, dan refleksi terhadap informasi yang telah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan ChatGPT serta menerapkannya terhadap keterampilan berpikir kritis mahasiswa STAI Madinatun Najah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam dan dua dosen sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahap reduksi data, pengodean, pengelompokan kategori, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT membantu siswa dalam mencari referensi, memahami materi perkuliahan, menyusun tugas, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar. Mahasiswa semester akhir cenderung memanfaatkan ChatGPT untuk kebutuhan akademik yang lebih kompleks, sedangkan mahasiswa semester awal lebih banyak menggunakannya untuk mendapatkan jawaban secara cepat dan praktis. Meskipun demikian, sebagian siswa masih cenderung menggunakan jawaban yang dihasilkan AI secara langsung tanpa melakukan verifikasi ulang terhadap kebenaran informasi yang diperoleh. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan, minat analisis membaca, kemandirian belajar, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran perlu dilakukan secara bijaksana dengan didukung literasi digital, kemampuan analisis, verifikasi informasi, serta pembelajaran mandiri agar keterampilan berpikir kritis siswa dapat berkembang secara optimal di tengah kemajuan teknologi AI.