Akhmad Dasuki
Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reorientasi Pertanyaan Sebagai Strategi Edukasi: Analisis Uslub Al-Hakim Dalam Qs. Al-Baqarah: 189, 215 dan Al-Anfal: 1 Hairul Rijal; Munawarah Munawarah; Akhmad Dasuki
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v4i1.1621

Abstract

Kajian terhadap keistimewaan retorika Al-Qur’an, khususnya uslub al-hakim, masih terbatas dari sudut pandang pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan uslub al-hakim pada QS. Al-Baqarah: 189, 215, dan QS. Al-Anfal: 1 sebagai strategi edukasi Al-Qur’an dalam membentuk cara berpikir umat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, dengan analisis menggunakan kerangka ‘ilm al-badi’ dalam ilmu balaghah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga ayat tersebut menerapkan pola uslub al-hakim secara konsisten: QS. Al-Baqarah: 189 mengalihkan pertanyaan astronomis tentang hilal menuju fungsinya sebagai penanda waktu ibadah; QS. Al-Baqarah: 215 menggeser pertanyaan tentang jenis harta yang diinfakkan kepada prioritas penerimanya; dan QS. Al-Anfal: 1 mentransformasi sengketa kepemilikan harta rampasan menjadi perintah rekonsiliasi berbasis ketakwaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa uslub al-hakim bukan sekadar teknik retorika, melainkan filosofi pendidikan Al-Qur’an yang secara aktif membentuk aql al-awlawiyat—akal yang peka terhadap prioritas—pada diri penerimanya.
HERMENEUTIKA TRADISIONAL ISLAM DALAM TAFSIR BI AL-MA’TSUR: KAJIAN EPISTEMOLOGIS ATAS AL-TABARI, IBN KATHIR, DAN AL-SUYUTHI Syahryansyah; Ahmad Fauzan Maulidan; Syaira Latifa; Akhmad Dasuki
Al Kareem Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 2, September (2026): Al Kareem: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary Qur’anic interpretation shows a growing need for an interpretive model that remains rooted in the authority of revelation and transmitted reports amid the expansion of modern contextual readings. This study was conducted because traditional hermeneutics in tafsir bi al-ma’thur is often positioned as a classical method, whereas it contains a systematic epistemological structure through source hierarchy, sanad-matn criticism, tasdiq, and tarjih. The research problem asks how traditional hermeneutics operates within tafsir bi al-ma’thur, while the objective is to analyze the authority of transmission, source structure, and interpretive practice in the works of al-Tabari, Ibn Kathir, and al-Suyuti. The data were processed through library research by reading, classifying, comparing, and analyzing classical tafsir literature and Indonesian scholarly journals published from 2020 to 2026. The findings show that tafsir bi al-ma’thur has four concrete elements: textual authority, sanad continuity, report criticism, and restricted ra’yu. Therefore, traditional hermeneutics functions as an interpretive foundation that preserves Qur’anic authenticity while allowing measured methodological development.