Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Makna Paradoks Pekerjaan Melalui Fenomena Job Hugging dan Job Begging di Media Sosial Noor Aufar Aziz; Evvy Silalahi
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i6.2754

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi makna paradoks pekerjaan melalui fenomena job hugging dan job begging di media sosial. Fenomena job hugging merujuk pada kecenderungan individu bertahan dalam pekerjaan yang tidak sepenuhnya memuaskan karena takut kehilangan stabilitas ekonomi, sedangkan job begging menggambarkan praktik pencarian kerja secara terbuka melalui media sosial dengan menampilkan kompetensi dan kerentanan personal. Menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan netnografi, penelitian ini menganalisis unggahan, komentar, dan percakapan digital yang berkaitan dengan pengalaman kerja generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai arena konstruksi realitas kerja melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi sebagaimana dijelaskan oleh teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Pekerjaan dimaknai secara ambivalen oleh pekerja muda urban, yakni sekaligus sebagai sumber identitas, keamanan ekonomi, dan pengakuan sosial, serta sebagai sumber kecemasan dan tekanan psikologis. Paradoks ini dikonstruksi secara kolektif melalui narasi digital dan diperkuat oleh reproduksi wacana produktivitas, personal branding, dan kompetisi karier di media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan pada era digital perlu dipahami tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dari perspektif komunikasi, identitas, dan konstruksi sosial