Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Meningkatkan Kesadaran Hukum Warga Negara Sartika Novriani; Syamzaimar Syamzaimar
Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the role of Civic Education (PKn) in improving citizens’ legal awareness, especially among elementary school students. This research is motivated by the low level of legal awareness in society, which is reflected in various violations of existing rules and norms. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive design. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation of the implementation of Civic Education learning in elementary schools. The data obtained were analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of discussion methods, case studies, and problem-based learning can improve students’ understanding, attitudes, and behavior in obeying the law. The discussion method helps students develop critical thinking skills and communication abilities, while the case study method makes it easier for students to understand the application of law in everyday life. In addition, problem-based learning has proven effective in training students’ abilities to solve problems and make decisions based on legal values. The success of the learning process is also influenced by teacher competence, a supportive school environment, and students active participation during learning activities. Therefore, Civic Education has an important role in shaping character and instilling a culture of legal awareness from an early age in order to create disciplined, responsible, and law-abiding citizens.
Pengaruh Mata Kuliah PKN Terhadap Sikap Ideologi Pancasila Desti Andriani Pasaribu; Syamzaimar Syamzaimar
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v4i2.205

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memegang peranan krusial sebagai instrumen penguatan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi dan infiltrasi ideologi asing yang semakin masif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi nilai-nilai kebangsaan dan adanya indikasi pergeseran orientasi ideologis di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana efektivitas mata kuliah PKn dalam membentuk dan memperkuat sikap ideologi Pancasila pada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sampel mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah PKn, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana untuk melihat signifikansi pengaruh variabel pembelajaran terhadap variabel sikap. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah PKn memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pemantapan sikap ideologi Pancasila. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara intensif cenderung memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, serta menunjukkan komitmen yang lebih kuat untuk menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun demikian, ditemukan pula bahwa aspek afektif lebih dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang bersifat dialogis dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya revitalisasi kurikulum dan inovasi pedagogi dalam pengajaran PKn agar tidak sekadar menjadi transfer pengetahuan, melainkan mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara substansial. Pihak perguruan tinggi diharapkan