Irfan Abbas
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS APARATUR DESA SIPODECENG, KECAMATAN BARANTI, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Irfan Abbas; Hariyanti Hamid; Hardianti
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 3 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i3.1726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan dalam meningkatkan kapasitas teknis aparatur Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, sekaligus memetakan berbagai faktor determinan keberhasilannya. Isu krusial yang melatarbelakangi riset ini adalah adanya kesenjangan (gap) kompetensi birokrasi desa dalam mentransformasikan materi pelatihan ke dalam praktik pelayanan publik harian, meskipun didukung oleh alokasi anggaran Dana Desa yang signifikan. Pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif diterapkan sebagai metode penelitian. Data primer dihimpun secara komprehensif melalui teknik observasi, telaah dokumen resmi, serta wawancara mendalam bersama 6 informan kunci yang dipilih secara purposive. Guna menjamin akurasi, validitas, dan kedalaman interpretasi temuan, seluruh data kualitatif dianalisis secara sistematis menggunakan bantuan perangkat NVivo 12 Pro. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa program pelatihan telah berjalan efektif berdasarkan lima indikator, yang tecermin dari pencapaian tujuan, efisiensi pelaksanaan, kepuasan peserta, perubahan perilaku kerja, dan peningkatan produktivitas organisasi. Capaian positif tersebut didorong oleh sejumlah faktor determinan, meliputi komitmen kuat kepemimpinan, motivasi internal aparatur, budaya kerja yang kolaboratif, serta kontinuitas pelaksanaan pelatihan. Kendati demikian, tingginya beban kerja administratif dan ketiadaan bimbingan lanjutan menjadi hambatan utama yang menghambat institusionalisasi kompetensi baru secara merata di seluruh lini birokrasi. Riset ini merekomendasikan pelembagaan mekanisme pendampingan pascapelatihan yang terstruktur demi menjaga stabilitas dan keberlanjutan kapasitas tata kelola pemerintahan desa.