Latar Belakang: Generasi Z sebagai digital native memerlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan personal. UNESCO (2023) mencatat bahwa kesetaraan, kualitas, dan efisiensi merupakan tantangan utama pendidikan global, sementara OECD (2026) melaporkan pesatnya adopsi generative AI dalam pembelajaran. Kemendikbudristek melalui program AI4Edu-ID menargetkan pelatihan 100.000 guru, namun implementasi personalisasi pembelajaran berbasis AI di tingkat sekolah masih belum dikaji secara mendalam dampaknya terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Tujuan: Menganalisis efektivitas personalisasi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa generasi Z. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026. Sampel sebanyak 35 siswa diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar (skala Likert) dan nilai tes prestasi belajar, dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Rata-rata skor motivasi belajar meningkat dari 68,4 (pretest) menjadi 82,7 (posttest), dan rata-rata nilai prestasi belajar meningkat dari 70,1 menjadi 84,3. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan baik pada motivasi belajar (p = 0,000) maupun prestasi belajar (p = 0,000). Kesimpulan: Personalisasi pembelajaran berbasis AI efektif meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa generasi Z, sehingga relevan untuk diadopsi sebagai strategi transformasi pembelajaran di sekolah.