M Miftah Arief
Intitut Agama Islam Darussalam Martapura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPAS Sanadya Destayu Triaski; M Miftah Arief
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.746

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran terutama di jenjang sekolah dasar. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah media gambar. Media Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual ke dalam bentuk–bentuk dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam–macam seperti lukisan, potret, slide, film, proyektor. Media gambar yang digunakan dapat menyalurkan pesan dari sumber kepada penerima, dengan menerapkan media gambar dapat merespon siswa untuk lebih aktif dan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi media gambar, faktor pendukung serta faktor penghambatnya pada mata pelajaran IPAS di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar. Jenis pada penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriftif. Subjek penlitian ini satu orang guru mata pelajaran IPAS kelas IV, sedangkan untuk Informan, yaitu kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dukomentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Implementasi media gambar pada mata pelajaran IPAS yaitu (a) perencanaan pembelajaran (b) pelaksanaan pembelajaran dan (c) evaluasi pembelajaran, (2) faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi media gambar pada mata pelajaran IPAS yaitu (a) daya tarik visual, kemudahan pemahaman, dan keterlibatan aktif  (b) kualitas gambar yang rendah, keterbatasan akses, keterbatasan interaksi, dan kurangnya kreativitas dalam penggunaan.