Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Memory Card Game untuk Peningkatan Kosakata Bahasa Inggris Siswa SDN Gurubug 1 Kabupaten Tangerang Dyah Supraba Lastari; Dea Yuliawati; Kurotul Aen; Lilis Sundari; Putri Adinda Sahrurosi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Volume 03 Nomor 03 Juli 2024
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v3i3.208

Abstract

Latar belakang: Di tingkat SD, siswa sebagai pembelajar awal bahasa Inggris sering menghadapi kesulitan dalam mempelajari kosakata. Pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan Memory Card Game diterapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini  untuk membantu siswa mempelajari kosakata bahasa Inggris secara menyenangkan, sekaligus  meningkatkan motivasi, keterampilan kognitif, dan kemampuan sosial siswa. Tujuan: 1) siswa dapat menggunakan permainan memory card game untuk membantu dalam memahami dan mengingat kosakata bahasa Inggris melalui aktivitas yang menyenangkan. 2) Guru dapat menggunakan memory card game sebagai metode pengajaran efektif dan menarik, serta mendorong kreativitas dalam strategi pembelajaran bahasa Inggris. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat in dilakukuan dalam bentuk pelatihan, dimana instruktur melatih siswa untuk belajar sekolah bahasa Inggris kepada siswa sekaligus memberi contoh kepada guru Bahasa Inggris melalui demonstrasi kegiatan pembelajaran kosakata bahasa Inggris dengan memory card games., Hasil: Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa siswa SD Gurubug 1 antusias dan aktif menggunakan memory card game, yang meningkatkan minat belajar dan membantu siswa menguasai kosakata bahasa Inggris. Guru juga mendapatkan wawasan tentang metode pengajaran yang efektif. Kesimpulan  Penggunaan memory card game efektif meningkatkan kemampuan kosakata siswa SD Gurubug 1 dan menambah wawasan guru tentang metode pengajaran inovatif dan menarik.  
Exploring University Students’ Views on How Critical Thinking is Promoted in Focus Group Discussions Dyah Supraba Lastari; Arjulayana Arjulayana
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 7 No. 3 (2026): June
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v7i3.2740

Abstract

Purpose of the study: The purpose of this study is to examine students’ perceptions of the integration and development of critical thinking skills through Focus Group Discussions class in an English Education Study Program. Methodology: This study employed a mixed methods research design. Data were collected using a structured questionnaire survey and structured interview as research instruments. Quantitative data were analyzed using descriptive statiscal analysis in the form of index percentage score, while qualitative data were analyzed through thematic-analysis to identify patterns related to students’ perceptions of critical thinking development. Main Findings: The results of the study indicate consistently positive students’ perception, shown by high index percentage scores, that Focus Group Discussion activities effectively develop critical thinking skills which include analytical reasoning, evaluation of multiple perspectives, synthesis of ideas, and evidence-based argumentation. Interview results reveal that peer interaction, clarification questioning, familiar topics, lecturer guidance and feedback strongly support critical engagement. However, students face challenges such as limited background knowledge to the unfamiliar topics, low confidence, and difficulty interpreting complex information. Novelty/Originality of this study: This study offers insights into how Focus Group Discussion functions as a structured pedagogical strategy for developing critical thinking in EFL context. It not only provides an overview of students’ perceptions of the integration of critical thinking skills, particularly in terms of analyzing, evaluating multiple perspectives, and synthesizing ideas, but also through the use of mixed-methods approach, highlights specific components of Focus Group Discussion that support or hinder students’ critical engagement.