Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) yang ada di Lombok Timur masih terbatas pada teori, belum terlihat adanya integrasi dengan pengetahuan keanekaragaman hayati dan melakukan kegiatan praktik di lapangan. Kelebihan kegiatan praktik lapangan dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk dapat memahami konsep keanekaragaman hayati yang lebih menarik dan menyenangkan.. Hal ini terjadi dikarenakan guru-guru di SD IT belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dengan memperkenalkan praktik sederhana untuk peningkatan pengetahuan keanekaragaman hayati menggunakan spesimen hasil koleksi dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pendekatan dengan sosialisasi dan penyuluhan yang dilanjutkan dengan kegiatan praktik di lapangan. Seluruh kegiatan berlokasi di SD IT Nurul Fikri, Selong, Lombok Timur. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta target yaitu 30 orang siswa kelas 5 dan 4 orang guru pendamping. Selama mengikuti kegiatan pengabdian peserta mendapatkan teori mengenai biodiversitas dan teknik pembuatan herbarium serta insektarium. Transfer informasi ini membuat guru menjadi paham akan pentingnya kegiatan praktik di lapangan dalam pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian telah berhasil dilaksanakan dengan lancar. Guru dan siswa SD IT Nurul Fikri menjadi lebih paham mengenai biodiversitas dan mampu melakukan pembuatan herbarium serta insektarium.