Annisa Kamala
Master's Degree Program in Reproductive Biology, Faculty of Veterinary Medicine, Airlangga University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAGEMENT OF THIRD EYELID GLAND PROLAPSE OR 'CHERRY EYE' IN PEMBROKE WELSH CORGI DOGS AT PETOLOGY VETERINARY CENTER, SOUTH JAKARTA Annisa Kamala
VITEK : Bidang Kedokteran Hewan Vol. 16 No. 1 (2026): VITEK-Bidang Kedokteran Hewan
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/gn5n2s06

Abstract

Cherry eye atau prolaps kelenjar kelopak mata ketiga merupakan kelainan mata yang umum terjadi pada anjing, terutama pada ras brachycephalic seperti Pembroke Welsh Corgi, yang disebabkan oleh melemahnya jaringan ikat yang menopang kelenjar tersebut. Kondisi ini menyebabkan rasa tidak nyaman, iritasi, dan dapat mengakibatkan keratokonjungtivitis sicca jika tidak ditangani dengan tepat. Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan persiapan pra-operasi, prosedur pembedahan, dan penanganan pasca-operasi prolaps kelenjar kelopak mata ketiga pada anjing Pembroke Welsh Corgi yang dirawat di Petology Veterinary Center, Jakarta Selatan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan hematologi, menunjukkan kondisi sistemik normal yang sesuai untuk pembedahan. Koreksi bedah dilakukan menggunakan Morgan's Pocket Technique dengan anestesi umum menggunakan butorphanol sebagai premedikasi dan propofol sebagai agen induksi, diikuti dengan pemeliharaan isoflurane. Perawatan pasca-operasi terdiri dari meloxicam oral dan salep mata gentamisin topikal untuk mengurangi peradangan dan mencegah infeksi. Prosedur ini menghasilkan reposisi kelenjar yang berhasil tanpa kekambuhan atau komplikasi. Luka operasi sembuh dengan baik, dan produksi air mata normal tetap terjaga. Laporan ini menunjukkan bahwa Teknik Morgan's Pocket efektif dan aman untuk mengoreksi mata ceri pada anjing, memberikan tingkat keberhasilan yang tinggi dengan kekambuhan minimal sekaligus menjaga fungsi fisiologis kelenjar.