Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Model Hybrid Berbasis Video Taktikal untuk Pemahaman Strategi Bola Voli Siswa SMP di Lampung Mudayat; Ahmad Syaikhu; Mualimin; Sariyani; Imam Syafi'i
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.1715

Abstract

Perkembangan pembelajaran digital dalam pendidikan abad ke-21 semakin meningkat seiring transformasi teknologi, namun efektivitasnya terhadap hasil belajar siswa masih menjadi isu penting yang memerlukan kajian lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran digital terhadap hasil belajar siswa, mengidentifikasi pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran digital, serta mengintegrasikan temuan kuantitatif dan kualitatif dalam satu kesimpulan yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner skala Likert dari 300 siswa SMP di Provinsi Lampung dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan pembelajaran digital dan kualitas interaksi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan kontribusi sebesar 62%. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa pembelajaran digital memberikan fleksibilitas dalam belajar, namun masih terdapat kendala berupa keterbatasan interaksi langsung dan perbedaan literasi digital siswa. Integrasi hasil menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran digital tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh kualitas interaksi pedagogis dan kesiapan pengguna. Kesimpulannya, pembelajaran digital terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada faktor interaksi dan literasi digital, sehingga diperlukan penguatan strategi pembelajaran dan pengembangan kompetensi digital secara berkelanjutan.
Integrating The National Curriculum and Pesantren Traditions: A Case Study Of Kitab Kuning Instruction At Mts Nuril Huda Tarub Sariyani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i3.2464

Abstract

Integrating the national curriculum with pesantren (Islamic boarding school) traditions is a crucial effort to preserve the distinctiveness of Islamic education amidst demands for formal education standardization. While various studies have addressed the integration of pesantren and national curricula, research remains limited regarding the transformation of kitab (classical Islamic text) instruction shifting from a local tradition conducted outside formal hours to a structured component of the teaching and learning process and its direct linkage to Islamic Religious Education subjects in madrasahs. This study aims to: (1) describe the history and background of integrating pesantren tradition based instruction; (2) analyze the integration of the national curriculum and pesantren traditions, including the connections between the kitab used, regular subjects, teaching methods, and involved stakeholders; and (3) identify the contribution of pesantren tradition based instruction to regular learning and the formation of students' religious character. The study employs a qualitative case study approach at MTs Nuril Huda Tarub, Grobogan Regency. Data were gathered from the madrasah principal, the deputy principal for curriculum affairs, kitab instructors, and kiai (Islamic scholars) through in depth interviews, participant observation, and document analysis. Data were analyzed using a descriptive-interpretative method involving data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that pesantren tradition based instruction is rooted in the history of diniyah (religious) education that preceded the madrasah's establishment and has transformed from an activity held outside formal hours into an integral part of the teaching and learning structure. Substantive integration is evident in the use of Mabadiul Fiqhiyah to reinforce Fiqh (Islamic jurisprudence), Tahsinul Qur'an to support Al-Qur'an-Hadis studies, and Taisirul Khollaq to strengthen Akidah-Akhlak (Islamic creed and ethics). Traditional sorogan and bandongan methods have been retained but adapted to the students' diverse abilities, with implementation involving madrasah administrators, kiai, and subject teachers. Qualitative findings also indicate that this type of learning contributes to reinforcing regular religious instruction and fostering the habitual practice of religious values, without implying a causal link to changes in student character. The study’s novelty lies in the finding that the integration of the national curriculum and pesantren traditions occurs simultaneously across institutional, curricular, pedagogical, and collaborative dimensions; this allows local educational traditions to be institutionalized within formal education without abandoning the kitab (traditional Islamic texts) as sources of knowledge and pedagogical practice.