Ranta Anjani, Pingki Ranta Anjani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode K-Medoids untuk Mengelompokkan Kecamatan di Kabupaten Cianjur Berdasarkan Dampak Kejadian Tanah Longsor Tahun 2024: Penerapan Metode K-Medoids untuk Mengelompokkan Kecamatan di Kabupaten Cianjur Berdasarkan Dampak Kejadian Tanah Longsor Tahun 2024 Ranta Anjani, Pingki Ranta Anjani; Purnama Akbar
Emerging Statistics and Data Science Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Emerging Statistics and Data Science Journal
Publisher : Statistics Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/esds.vol4.iss.2.art02

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana yang memiliki tingkat dampak berbeda antar wilayah. Kabupaten Cianjur termasuk daerah rawan dengan variasi dampak yang cukup tinggi pada tahun 2024. Namun, pemetaan berbasis data untuk mengelompokkan tingkat dampak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan kecamatan berdasarkan dampak tanah longsor menggunakan metode K-Medoids. Data diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Variabel yang digunakan meliputi jumlah jiwa terdampak, kerusakan rumah, dan kerusakan fasilitas umum. Analisis dilakukan melalui standarisasi data, reduksi dimensi menggunakan PCA, serta penentuan jumlah klaster optimal dengan metode Silhouette. Proses klasterisasi menggunakan K-Medoids berbasis jarak untuk menghasilkan kelompok yang stabil terhadap outlier. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya tiga klaster. Klaster pertama memiliki dampak berat. Klaster kedua menunjukkan dampak ringan. Klaster ketiga memiliki dampak sangat berat. Setiap klaster memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan tingkat korban dan kerusakan. Penelitian ini berkontribusi dalam pemetaan tingkat dampak bencana secara berbasis data. Hasilnya dapat digunakan untuk mendukung penentuan prioritas penanganan dan mitigasi bencana.