Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dinamika Fear of Missing Out (FOMO) pada Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Darul Amin Palangka Raya Musytari Lildia Agustina; Khairunisa Islami; Annisa Annisa; Surawan Surawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6275

Abstract

Fear of Missing Out (FoMO) merupakan fenomena psikologis yang banyak dialami oleh remaja seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Kondisi ini ditandai dengan adanya dorongan untuk selalu terhubung dengan lingkungan sosial agar tidak tertinggal informasi maupun aktivitas teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika FoMO pada siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Darul Amin Palangka Raya serta melihat perbedaan tingkat FoMO berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket terhadap 35 siswa kelas VIII. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kecenderungan FoMO yang ditandai dengan keinginan untuk terus mengikuti perkembangan informasi di media sosial, rasa takut tertinggal informasi, serta keterlibatan aktif dalam aktivitas digital. Selain itu, ditemukan bahwa siswa perempuan memiliki tingkat FoMO yang lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. FoMO juga berpengaruh terhadap kondisi emosional siswa, seperti munculnya kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, serta berkurangnya fokus dalam belajar. Dengan demikian, FoMO tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Efektivitas Pendekatan Deep Learning Terhadap Pemahaman Konseptual Siswa Pada Pembelajaran PAI : Studi Mixed Method Di SMKS Karsa Mulya Lipur Ninda Ningtyas; Nabila Sakina Putri; Reyza Ayu Qomaria; Surawan Surawan
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v5i1.1826

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendekatan deep learning dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKS Karsa Mulya. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest–posttest control group design yang dipadukan dengan pendekatan mixed method. Sampel penelitian terdiri atas 68 siswa kelas X yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai N-Gain 0,59 (kategori sedang) dan perbedaan yang signifikan secara statistik (sig. = 0,001). Temuan kualitatif menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif, kemampuan reflektif, serta pemahaman nilai-nilai Islam secara kontekstual. Integrasi data kuantitatif dan kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan deep learning efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan kualitas proses pembelajaran PAI.
Jilbab, Cadar, dan Tubuh: Pertarungan Makna dalam Ruang Publik melalui Perspektif Konstruktivisme Sosial Nazila Ramadana; Rica Amelia Putri; Surawan Surawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14698

Abstract

The hijab and niqab in Indonesia often spark debates that go beyond clothing choices, touching on identity, religious authority, and social structures that shape public perceptions. This study examines how the meanings of the hijab, niqab, and women’s bodies are constructed, contested, and negotiated in public spaces from a social constructivist perspective. Using a qualitative method with critical discourse analysis, data were gathered through literature review, online media analysis, and limited interviews with students and community members holding diverse views. This approach helps uncover hidden meanings embedded in texts, symbols, and social practices. Findings reveal that the hijab and niqab do not hold uniform meanings. Some communities regard them as expressions of piety and religious identity, while others perceive them as symbols of restriction. These contested meanings intensify in public arenas such as social media, where religious, cultural, and political narratives intersect. The study highlights the fluid, context-dependent nature of these symbols and their role in shaping religious and gender identities in Indonesia.