Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Personal Selling Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Di Apotek Nawasena Sidoarjo Shafia Salsabila; Hilda Yunita Wono
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6412

Abstract

Di tengah persaingan industri kesehatan yang semakin berkembang, apotek tidak hanya dituntut menyediakan produk kesehatan, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan melalui pelayanan yang berkualitas. Meskipun banyak apotek memanfaatkan digital marketing sebagai sarana promosi, Apotek Nawasena Sidoarjo tetap mengalami peningkatan omzet tanpa menggunakan media promosi digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa interaksi tatap muka dan komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan pelanggan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis strategi personal selling sebagai komunikasi pemasaran yang diimplementasikan di Apotek Nawasena Sidoarjo. Penelitian ini menerapkan pendekatan quasi-kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam serta dokumentasi. Informan pada penelitian ini meliputi apoteker, staf operasional, dan pelanggan Apotek Nawasena. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, analisis data, dan pengambilan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal selling di Apotek Nawasena dilakukan melalui dua aspek utama, yaitu komunikasi informatif produk dan personalisasi pelayanan pelanggan. Komunikasi informatif produk dilakukan melalui penyederhanaan bahasa medis dan pemberian edukasi terkait penggunaan obat agar lebih mudah dipahami pelanggan. Sementara itu, personalisasi pelayanan pelanggan dilakukan melalui identifikasi kebutuhan pelanggan, komunikasi dua arah yang interaktif, serta pendekatan pelayanan yang ramah dan konsultatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas interaksi secara langsung menjadi faktor penting dalam membentuk kepercayaan, kenyamanan, dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dengan demikian, personal selling bukan hanya berperan sebagai strategi penjualan, namun juga sebagai bentuk komunikasi pemasaran yang mampu memperkuat hubungan antara apotek dan pelanggan meskipun tanpa dukungan promosi digital.