Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Ekonomi Keluarga Kristen bagi Pasangan Pra Nikah Pada Jemaat GPM Waai Agusthina Risambessy; Harvey Hiariej; Anthoneta Matakupan; Marsintya De Rooy; Caroline Van Room; Rivaldo Patawala; Mannix V. Siahaya; Yohanes S. Palyama
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6714

Abstract

Membangun keuangan keluarga Kristen berlandaskan pada prinsip penatalayanan yang bijak, di mana suami dan istri memandang seluruh harta sebagai anugerah Tuhan. Kunci utamanya adalah mengelola pendapatan bersama, menyusun anggaran yang disiplin, memprioritaskan perpuluhan/persembahan, menabung untuk masa depan, serta menjaga keterbukaan total antar pasangan. Masalah mengelola semua karunia kita, termasuk keuangan kita, sangat penting bagi Tuhan. Menentukan berapa jumlah minimum yang harus diberikan cukup mudah, karena Alkitab menginstruksikan kita untuk memberikan persepuluhan, atau sepersepuluh dari penghasilan kita kembali kepada Tuhan. Ini adalah titik awal yang baik untuk pemberian Kristen dan harus dihitung berdasarkan gaji kotor (atau pendapatan bersih sebelum pajak bagi mereka yang memiliki bisnis sendiri). Langkah pertama adalah taat memberikan persembahan persepuluhan yang menjadi bagiannya Tuhan yang difirmankan dalam Alkitab. Langkah kedua adalah membangun disiplin dalam menyisihkan uang untuk pengeluaran yang tak terhindarkan dan pembelian besar, seperti uang muka rumah, biaya kuliah, liburan, dan pension. Masalah keuangan tercantum sebagai penyebab utama perselisihan dalam hubungan pernikahan, dan seringkali dimulai ketika salah satu pasangan tidak diberi tahu. Jika memiliki masalah keuangan, carilah bantuan sebelum terlambat. Masalah keuangan dapat diatasi, tetapi seringkali hal itu berarti perubahan, beberapa di antaranya mungkin tidak mudah. Perencana keuangan yang berkualifikasi dapat membantu mengidentifikasi area masalah dan memikirkan solusi yang sesuai untuk keluarga. Yang terpenting, dengarkan apa yang mungkin Tuhan sampaikan kepada kita melalui keadaan keuangan. Keuangan dapat menjadi faktor pemisah dalam pernikahan, tetapi juga dapat menyatukan pasangan dengan cara yang baru dan lebih dalam, saat bersama-sama mempercayai Tuhan dan mengikuti rencana-Nya