Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Budaya Kerja Inovatif Kaum Milenial Pelaku UMKM Di Desa Waai: Pengabdian Agusthina Risambessy; Paulus Liberthy Wairisal; Ema lisaholet; Wisye Telussa; Jeannethe L. Sahertian; Margaretha C. Bonara; Tince Z. Parera; Valiant C. Leihitu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6715

Abstract

UMKM di menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah dengan puluhan ribu pelaku usaha yang dengan berbagai jenis usaha. Pemerintah terus mendorong UMKM melalui digitalisasi, penyaluran KUR, bantuan modal, dan penataan ruang publicmulai dari perkotaan samp[ai masyarakat desa. Pembangunan masyarakat pedesaan merupakan bagian penting dari perwujudan pembangunan otonomi daerah dalam rangka pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Desa waai merupakan salah satu desa yang berkedudukan di kecamatan salahutu pulau Ambon namun termasasuk dalam daerah administrasi kabupaten Maluku Tengah yang memiliki begitu banyak potensi wisata dan juga sumber kekayaan alam yang unik. Desa ini dianggap memiliki potensi yang unik karena berkedudukan dibawah kaki gunung salahutu dan letaknya juga dipesisir pantai dan dikelilingi oleh aliran Air sungai yang sejuk, memiliki beberapa air terjun yang indah dan dilengkapi dengan wisata rumah pohon sebagai potensi wisata kreatif di Indonesia Timur. Kini desa waai menjadi pelabuhan wisata ke pulau Pombo, juga memiliki potensi laut indah, serta tanah yang subur yang berpotensi memberi hasil panen yang baik bagi para petani. Karena kedudukan tidak jauh dari kota maka usaha diera digital pun tidak dapat diabaikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk mempromosikan seluruh potensi yang ada pada desa Waai. Kemampuan masyarakat desa Waai dalam mengelola usaha tidak perlu diragukan namun yang perlu dikembangkan adalah membangun budaya inovasi dalam usaha itu yang belum diperhatikan dengan baik, dengan demikian perlu untuk mempersiapkan masyarakat mengembangkan ketrampilan dan menjadikan usaha inovatif dengan cara melakukan pemberdayaan masyarakat dalam membangun budaya inovatif dierah digital.