Empati merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Kemampuan empati membantu anak memahami perasaan orang lain, membangun hubungan sosial yang positif, serta mengembangkan perilaku prososial. Salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai empati pada anak adalah kegiatan bermain peran (role playing). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai empati pada anak usia dini melalui kegiatan bermain peran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik empati, perkembangan sosial-emosional, dan metode bermain peran. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan bermain peran mampu meningkatkan kemampuan anak dalam memahami perspektif orang lain, mengekspresikan emosi secara tepat, serta mengembangkan sikap peduli dan tolong-menolong. Aktivitas bermain peran memberikan pengalaman langsung kepada anak untuk memerankan berbagai situasi sosial sehingga mereka dapat belajar mengenali dan merespons emosi orang lain secara lebih empatik. Selain itu, keberhasilan internalisasi nilai empati juga dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator, lingkungan belajar yang mendukung, serta penggunaan skenario bermain yang kontekstual. Dengan demikian, kegiatan bermain peran dapat menjadi strategi pedagogis yang efektif dalam menanamkan nilai empati pada anak usia dini.Empati merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Kemampuan empati membantu anak memahami perasaan orang lain, membangun hubungan sosial yang positif, serta mengembangkan perilaku prososial. Salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai empati pada anak adalah kegiatan bermain peran (role playing). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai empati pada anak usia dini melalui kegiatan bermain peran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik empati, perkembangan sosial-emosional, dan metode bermain peran. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan bermain peran mampu meningkatkan kemampuan anak dalam memahami perspektif orang lain, mengekspresikan emosi secara tepat, serta mengembangkan sikap peduli dan tolong-menolong. Aktivitas bermain peran memberikan pengalaman langsung kepada anak untuk memerankan berbagai situasi sosial sehingga mereka dapat belajar mengenali dan merespons emosi orang lain secara lebih empatik. Selain itu, keberhasilan internalisasi nilai empati juga dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator, lingkungan belajar yang mendukung, serta penggunaan skenario bermain yang kontekstual. Dengan demikian, kegiatan bermain peran dapat menjadi strategi pedagogis yang efektif dalam menanamkan nilai empati pada anak usia dini.