Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini karena kemampuan bahasa berperan sebagai dasar bagi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak serta menjadi sarana utama dalam proses komunikasi dan pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menstimulasi perkembangan bahasa anak adalah kegiatan storytelling atau bercerita, yang tidak hanya memberikan pengalaman mendengarkan yang menyenangkan tetapi juga memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan memahami makna, serta mendorong anak untuk mengekspresikan ide dan perasaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai temuan empiris mengenai efektivitas kegiatan storytelling dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, jurnal penelitian, dan publikasi akademik yang relevan dengan tema perkembangan bahasa anak usia dini dan metode storytelling dalam pembelajaran. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji, dan menganalisis berbagai sumber literatur yang membahas praktik storytelling serta dampaknya terhadap perkembangan bahasa anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan storytelling memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan bahasa anak, terutama dalam aspek kosakata, kemampuan berbicara, pemahaman cerita, serta kemampuan menyusun kalimat secara lebih terstruktur. Selain itu, kegiatan bercerita juga dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan, memperkuat daya imajinasi, serta mendorong interaksi yang lebih aktif antara guru dan anak dalam proses pembelajaran. Lingkungan pembelajaran yang memanfaatkan metode storytelling secara kreatif dan interaktif terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak lebih mudah memahami bahasa dan berpartisipasi dalam kegiatan komunikasi. Dengan demikian, storytelling dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini serta mendukung kesiapan mereka dalam menghadapi proses pembelajaran pada jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, penerapan metode storytelling dalam kegiatan pembelajaran perlu terus dikembangkan dan diintegrasikan secara sistematis dalam pendidikan anak usia dini agar perkembangan bahasa anak dapat berlangsung secara optimal.