Raden Bintang Mahardika Saputra
Universitas Islam Negeri Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Pragmatik Slang Generasi Alpha dalam Komunikasi di TikTok: Penelitian Raden Bintang Mahardika Saputra; Resli Illahi; Tatu Siti Rohbiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6794

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi pragmatik slang Alpha Generation dalam komunikasi di platform TikTok menggunakan kerangka Teori Tindak Tutur (Austin, 1962; Searle, 1969). Alpha Generation merupakan generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di era digital, sehingga pola bahasanya sangat dipengaruhi oleh konten viral, budaya meme, dan interaksi daring. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa slang yang ditemukan dalam komentar, caption, dan audio konten TikTok, dikumpulkan melalui dokumentasi screenshot disertai timestamp. Sebanyak sembilan data slang diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan proses pembentukan serta jenis tindak tutur ilokusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slang Alpha Generation terbentuk melalui lima proses linguistik, yaitu creative invention (skibidi, fanum tax), inclusion makna baru (mewing, ohio), blending (negative aura, brain rot), borrowing (sigma, beta), dan clipping (big L). Secara pragmatik, fungsi ilokusi yang mendominasi adalah tindak tutur ekspresif (55,6%), diikuti asertif (33,3%), dan direktif (11,1%). Slang Alpha Generation juga menjalankan enam fungsi sosial utama: humor, kritik sosial, sindiran, hinaan, ekspresi emosi, dan solidaritas sosial. Temuan ini membuktikan bahwa slang Alpha Generation bukan sekadar variasi bahasa informal, melainkan alat pragmatik yang kompleks dengan kekuatan ilokusi kuat dalam membentuk identitas dan interaksi sosial di dunia digital.