Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALYSIS OF STRENGTHENING RELIGIOUS LITERACY CULTURE IN PAI LEARNING (Case Study at Kertek Junior High School) Gita Sista Indarsih; Maryono; Fatiatun
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol. 5 No. 2 (2025): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/2a697f19

Abstract

Strengthening religious literacy culture is a strategic effort to improve literacy skills while shaping students' religious character. This study aims to analyze the implementation, strategies, and supporting and inhibiting factors in strengthening religious literacy in Islamic Religious Education learning at SMP Negeri 3 Kertek. This study uses a qualitative approach with field research, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation, and analyzed using an interactive model. The results show that strengthening religious literacy is implemented through the integration of the School Literacy Movement and the Spiritual Improvement Activity Monitoring Program in the form of reading habits, joint prayers, tadarus, recitation of Asmaul Husana, and religious reflection in learning. The strategies implemented include habituation, integration in learning, the use of varied methods, as well as support from facilities and cooperation with parents. Supporting factors include school policies, infrastructure, and the active role of teachers, while inhibiting factors include low interest in reading, limited religious reading materials, and difficulties in student understanding. The implications of this study emphasize the importance of strengthening religious literacy that is designed systematically, innovatively, and sustainably to improve literacy skills and shape students' religious character
Peran Guru Dalam Menumbuhkan Sikap Curiosity Siswa Dalam Pembelajaran PAI di SMP Al- Madina Wonodobo Dea Artika Sanri; Maryono; Fatiatun
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7919

Abstract

Salah satu sifat penting dalam proses belajar mengajar adalah rasa penasaran yang tinggi. Untuk membentuk sikap tersebut pada siswa, guru adalah orang yang paling bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran guru dalam memupuk minat siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Al-Madina Wonosobo, serta menjelaskan kondisi minat siswa, cara proses pembelajaran memotivasi minat tersebut, dan faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang termasuk dalam jenis penelitian lapangan. Setelah dikumpulkan dengan cara dokumentasi, pengamatan, dan wawancara yang dalam, data tersebut dianalisis dengan cara menyederhanakan, menyajikan, dan mengambil kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam memfasilitasi, mendorong, membimbing, dan memberi contoh. Siswa memiliki rasa penasaran yang baik, seperti yang ditunjukkan oleh keberanian mereka untuk bertanya dan antusiasme mereka saat belajar. Terbukti bahwa menumbuhkan rasa ingin tahu dengan efektif dapat dicapai melalui penggunaan berbagai strategi, seperti diskusi, kuis, dan media visual. Siswa yang berbeda, tidak percaya diri, dan keterbatasan waktu menjadi hambatan yang perlu diatasi. Faktor pendukung utama mencakup kemampuan guru dan dukungan kelembagaan.
IMPLEMENTASIPENDIDIKANAGAMA ISLAM DALAM NILAI AKHLAKUL KARIMAH SEBAGAI BENTENG MORALITAS REMAJA DI ERA DIGITAL Rahmah Fadilatin Nisa; Maryono; Fatiatun
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam(PAI),memetakanstrategiimplementasi,sertamengidentifikasikendaladansolusidalam pembentukan akhlakul karimah sebagai benteng moralitas remaja di era digital di Desa Baleraksa. Disrupsi teknologi telah memicu fenomena degradasi moral seperti adiksi gawai (gadget addiction), pudarnya etika siber (cyberbullying), pornografi, dan perjudian daring (online), yang diperparah oleh kesenjangan digital (digital divide) pada orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh agama, pemerintah desa, orang tua, dan remaja, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuanutama:1)Internalisasinilaiakhlakulkarimah(shiddiq,amanah,'iffah)dilakukansecara bertahap melalui transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai, melahirkan Digital Moral Consciousness dan budaya tabayyun. 2) Strategi implementasi PAI menggabungkan pendekatan struktural (sinergi pemerintah desa-Karang Taruna) dan kultural (rutinan pembacaan kitab Al-Barzanji sebagai sarana digital detox). 3) Kendala internal (adiksi gawai dan tekanan teman sebaya) serta eksternal (keterbatasan teknologi orang tua) diatasi melalui penanaman sifat Muraqabah sebagai sistem kontrol spiritual internal (inner control) remaja.
STRATEGI GURU TPQ DALAM MENERAPKAN METODE AN-NAHDLIYAH DI TPQ ROUDLTUL ATFAL WAGIRPANDAN KEBUMEN Tuti Nur Janah; Maryono; Mukromin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7809

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami bagaimana guru TPQ mengimplementasikan  metode An-Nahdliyah dalam pengajaran Al-Qur’an, serta untuk mengeksplorasi pelaksanaan metode An-Nahdliyah, dan juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan metode tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan fokus pada Strategi Guru dalam Menerapkan Metode An-Nahdliyah di TPQ Roudlotul Atfal Wagirpandan Kebumen. Subjek dari penelitian mencakup kepala TPQ, para guru TPQ, dan santri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentsi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Temuan dari penelitian menunjukan bahwa startegi yang diterapkan guru TPQ dalam pengajaran Al-Qur’an  dengan menggunakan metode An-Nahdliyah berjalan dengan sukses, karena metode ini memungkinkan anak-anak untuk lebih mudah dalam memahami huruf hijaiyyah, panjang pendeknya bacaan, serta hukum bacaan atau tajwid. Selanjutnya penerapan metode An-Nahdliyah dilaksanakan dengan berbagai teknik pengajaran, seperti metode drill, demonstari, ceramah, serta tanya jawab. Dalam metode An-Nahdliyah, digunakan buku jilid dan stik sebagai alat untuk menilai kemampuan santri dan membantu guru dalam proses belajar. Untuk faktor pendukung yang memfasilitasi penerapkan metode An-Nahdliyah dalam pengajaran Al-Qur’an antara lain adalah antusiasisme santri dalam belajar, kompetensi guru, dan dukungan dari keluarga. Namun, ada juga beberapa faktor penghambat seperti lingkungan yang kurang mendukung, jumlah guru yang terbatas serta kurangnya motivasi pada anak didik dalam mengikuti pembelajaran di TPQ. Oleh karena itu, penerapan strategi dan metode yang tepat dari guru dapat berkontribusi pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi santri di TPQ.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP NEGERI 1 SELOMERTO Shelsabella Qoulan Sadida; Maryono; Fatiatun
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7914

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong pemahaman mendalam peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pembelajaran PAI di sekolah masih sering berfokus pada hafalan dan penyampaian materi secara satu arah sehingga kurang memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan pembelajaran Deep Learning hadir sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendekatan pembelajaran Deep Learning dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Selomerto, mengetahui kelebihan dan kekurangan penerapannya, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri atas guru PAI, kepala sekolah, dan peserta didik SMP Negeri 1 Selomerto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning telah diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa, diskusi kelompok, pemecahan masalah, refleksi pembelajaran, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Penerapan pendekatan ini memberikan berbagai kelebihan, antara lain meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi siswa serta meningkatkan keaktifan dan pemahaman materi secara lebih mendalam. Adapun kekurangan dan kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi, serta rendahnya motivasi sebagian siswa untuk mengulang dan mempelajari kembali materi di rumah. Dengan demikian, pendekatan Deep Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern.