Nur Aini Zaida
Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Pembelajaran STEAM di TK Al-Fajar Kota Depok Hulailah Laila Istiqlaliyah; Nur Aini Zaida; Kharissa Azzahra
Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 5 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/tintaemas.v5i1.2252

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan proses penting di mana peserta didik belajar mengenal dan memahami dirinya sendiri, membangun hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, serta mengelola dan mengekspresikan berbagai perasaan serta emosi yang mereka rasakan. Perkembangan ini mencakup kemampuan untuk berinteraksi secara positif, bekerja sama, serta menunjukkan empati dan kepedulian terhadap orang lain. Oleh karena itu, penguatan aspek sosial emosional memegang peran penting dalam membentuk karakter dan kesiapan anak untuk menghadapi tahap perkembangan selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui permbelajaran STEAM di TK Al-Fajar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memiliki subjek pada empat guru di kelas kelompok TK b, yaitu kelompok B1 dan B2 yang memiliki dua guru pada setiap kelasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan STEAM terbukti menjadi pendekatan yang tepat dan relevan dalam mendukung strategi guru di TK Al-Fajar. Pendekatan ini memungkinkan guru merancang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan menggabungkan berbagai bidang keilmuan. Penerapan pembelajaran STEAM berkontribusi positif terhadap perkembangan sosial emosional peserta didik. Melalui pembelajaran STEAM, peserta didik belajar berinteraksi, bekerjasama, menunggu giliran, berbagi, serta membantu teman, sehingga memunculkan perilaku prososial. Selain itu, peserta didik juga mulai mampu mengenali kemampuan diri, meminta bantuan dengan cara yang tepat, serta ikut bertanggung jawab menjaga suasana bermain dan belajar tetap kondusif.