Kelurahan Tugurejo merupakan salah satu kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Wilayah ini memiliki karakteristik sebagai kawasan permukiman padat penduduk dengan kondisi sosial ekonomi yang beragam. Secara umum, masyarakat Kelurahan Tugurejo didominasi oleh penduduk yang bekerja sebagai karyawan swasta, sedangkan sebagian lainnya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, pedagang kecil, dan pekerja informal.Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua RW 5, diketahui bahwa secara umum masyarakat belum menunjukkan tingkat keseriusan yang tinggi terhadap permasalahan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Hal ini terlihat dari minimnya inisiatif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti pengelolaan sampah rumah tangga, perawatan saluran air, dan pemeliharaan kebersihan fasilitas umum.Kelurahan Tugurejo menunjukkan bahwa permasalahan utama lingkungan yang dihadapi masyarakat adalah pengelolaan limbah domestik, kebersihan saluran air, dan sistem drainase yang belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan limbah domestik menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga.Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan akar penyebab utama dari permasalahan prioritas yang telah diidentifikasi yaitu pengelolaan air limbah domestik yang belum optimal di Kelurahan Tugurejo, Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah diagram Sebab-Akibat (Fishbone Diagram) yang membantu mengidentifikasi berbagai faktor penyebab masalah secara sistematis. Setiap penyebab utama dianalisis berdasarkan kategori 4M1E (Man, Method, Machine, Money, dan Environment), dan kemudian dilakukan penentuan prioritas penyebab masalah dengan menggunakan metode skoring Delbeq [1].Berdasarkan hasil analisis Fishbone Diagram dan metode Delbeq, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan limbah air domestik yang belum optimal disebabkan oleh perilaku masyarakat yang kurang peduli, keterbatasan sarana, serta lemahnya metode pengelolaan limbah cair rumah tangga. Upaya penanganan diarahkan pada edukasi masyarakat, penguatan partisipasi warga, serta penyediaan sarana pengelolaan limbah sederhana agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.