Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Jumantik Sebagai Strategi Edukatif dalam Pencegahan DBD di Desa Pakunden, Ponorogo Anita Dewi Anggraini; Diyas Windarena; Dwi Ardani Rochmaniah; Asasih Villasari; Ika Ayu Purnamasari
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3177

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia karena iklim tropis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan DBD serta membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Kelurahan Pakunden, Ponorogo. Program ini menerapkan pendekatan edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, media audiovisual, dan leaflet cetak, yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan serta pemberdayaan kader Jumantik. Sebanyak dua puluh kader Posyandu berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan: sebelum kegiatan, 68% peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan setelah intervensi, 88% peserta mencapai tingkat pemahaman tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan pemberdayaan kader Jumantik efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD. Penguatan peran kader Jumantik diharapkan dapat mendorong pengendalian DBD berbasis masyarakat dan mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.
MATERNAL RISK FACTORS ASSOCIATED WITH STUNTING AMONG UNDER-FIVE CHILDREN IN SOUTHEAST ASIA: A LITERATURE REVIEW Anita Dewi Anggraini; Diyas Windarena; Dwi Ardani Rochmaniah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v15i1.8732

Abstract

Stunting remains a major global health challenge, with a worldwide prevalence of 21.9% among children under five. The Southeast Asian region contributes more than one-quarter of all stunting cases globally. This condition affects not only the growth and development of children but also increases morbidity and mortality rates, which in turn influence national productivity and economic outcomes in the future. Maternal risk factors play a critical role, contributing more than 50% to a child’s growth. This study aims to identify maternal risk factors associated with stunting in Southeast Asia. Data were retrieved from PubMed, Springer, and ProQuest using the keywords “children,” “stunting,” “maternal risk factors,” and “Southeast Asia.” Of the 768 articles identified, only 10 met the inclusion criteria. Most studies were conducted in Indonesia, followed by the Philippines, Myanmar, Cambodia, and Vietnam. Maternal factors associated with stunting include infections during pregnancy, nutritional status, maternal height, educational level, hygiene practices, supplement intake during pregnancy, maternal age, employment status, MUAC, dietary diversity during pregnancy, and maternal stress.
PIJAT BAYI SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI DINI: PENGUATAN KAPASITAS IBU DALAM MERAWAT TUMBUH KEMBANG ANAK Noviyati Rahardjo Putri; Diyas Windarena
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31910

Abstract

Abstrak: Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang efektif dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi-batita. Namun, praktik pijat bayi secara mandiri oleh ibu masih belum umum dilakukan, terutama di komunitas pekerja industri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu anggota Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT SGN Unit PG Pesantren Baru Kediri dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Metode pelaksanaan terdiri dari ceramah interaktif, demonstrasi pijat bayi menggunakan boneka peraga, dan pemberian modul dalam bentuk PDF. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah pengurus dan anggota IKBI PT SGN Unit PG PSB, Kediri sebanyak 40 orang ibu/ istri karyawan.. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest dengan menggunakan kuesioner tertutup sebanyak 10 soal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 63,25 menjadi 94 setelah intervensi. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur dapat meningkatkan pemahaman ibu tentang pijat bayi dan mendorong praktik rutin di rumah. Pengabdian lanjutan dapat dikembangkan melalui pendampingan praktik dan pelibatan kader lokal guna memastikan keberlanjutan program.Abstract: Infant massage is an effective form of early stimulation that supports the growth and development of babies and toddlers. However, independent baby massage practice by mothers remains uncommon, particularly among industrial worker communities. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of mothers from the Family Wives Association (IKBI) at PT SGN PG Pesantren Baru Kediri in performing baby massage independently. The implementation methods included interactive lectures, baby massage demonstrations using training dolls, and distribution of digital modules in PDF format. The community service partners in this program were the board and members of IKBI at PT SGN, PG PSB Unit, Kediri, consisting of 40 women who are the wives of the employees. Evaluation was carried out using a closed-question pretest and posttest consisting of 10 items. The results showed an increase in the average score from 63.25 to 94 after the intervention. This program demonstrates that structured education effectively improves mothers’ understanding of infant massage and encourages regular home practice. Follow-up community service may include routine practice mentoring and local cadre involvement to ensure program sustainability.