Andre Oktanta Sebayang
Pendidikan Antropologi, Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Respons Netizen terhadap Kasus Viral LPDP Dwi Sasetyaningtyas di Media Sosial X Umar Alfaroq Yano; Muhammad Anggie Januarsyah Daulay; Nabila Zahra; Elma Febrianti; Andre Oktanta Sebayang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38551

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penggunaan bahan ajar berbasis digital pada pembelajaran bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap bahan ajar bahasa Jerman berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki persepsi yang positif terhadap bahan ajar digital. Pada aspek kognitif, bahan ajar digital membantu mahasiswa memahami materi bahasa Jerman secara lebih mudah melalui fitur multimedia seperti audio dan video. Pada aspek afektif, mahasiswa menunjukkan minat dan motivasi belajar yang tinggi karena bahan ajar digital dianggap lebih menarik dan interaktif. Sementara itu, pada aspek konatif, mahasiswa cenderung memiliki keinginan untuk terus menggunakan bahan ajar digital dalam pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan akses internet, perangkat teknologi, serta perbedaan tingkat literasi digital mahasiswa. Dengan demikian, bahan ajar bahasa Jerman berbasis digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan infrastruktur, peningkatan literasi digital, serta penerapan model pembelajaran yang terintegrasi seperti blended learning agar pemanfaatan bahan ajar digital dapat berjalan secara optimal.