Bima Akbar Nugraha
Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Mahasiswa S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Bima Akbar Nugraha
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38604

Abstract

Status gizi mahasiswa merupakan“salah satu indikator utama untuk menilai kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pengetahuan gizi dan aktivitas fisik. Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) diharapkan memiliki wawasan gizi yang memadai serta aktivitas fisik yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa S1 PJKR. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis desain korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 PJKR angkatan 2023 sebanyak 60 dengan ditentukan menggunakan simple random sampling. Data diperoleh dengan melakukan tes menggunakan instrumen kuesioner dan microtoise. Teknik analisis data menggunakan uji analisis deskriptif, uji gamma, dan uji regresi logistik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi. Hal tersebut dapat dibuktikan pada rata-rata pengetahuan gizi mahasiswa kategori baik (68,3%), sedangkan data aktivitas fisik rata-rata mahasiswa kategori sedang (48,3%) dan status gizi mahasiswa kategori normal (81,7%). Berdasarkan analisis uji gamma dan uji regresi logistik, yang mana hubungan pengetahuan gizi dengan status gizi mahasiswa (p=0,305; r=-0,326), hubungan aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,586; r=0,149), dan hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,596; R²=0,065). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan gizi dan aktivitas fisik belum menunjukkan bukti yang cukup kuat sebagai faktor yang berhubungan dengan status gizi mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk bisa mempertimbangkan faktor eksternal lainnya yang dinilai lebih berpotensi dalam memengaruhi status gizi mahasiswa.