Himayaturrahmah Himayaturrahmah
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Gejala ADHD Pada Anak Usia Dini terhadap Proses Belajar di Kelas Nurjannah Nurjannah; Himayaturrahmah Himayaturrahmah; Amanda Putri; Diba Futri Balkis; Faizatul Faridy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38616

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan perkembangan neurobiologis yang sering muncul pada anak usia dini dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan belajar di lingkungan sekolah. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktivitas, serta perilaku impulsif yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Dalam konteks pendidikan, ADHD menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan kondusif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gejala ADHD pada anak usia dini serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung di lingkungan kelas dan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam perilaku anak yang menunjukkan indikasi ADHD dalam aktivitas belajar sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan gejala ADHD cenderung mengalami kesulitan dalam mempertahankan fokus, sering bergerak tanpa tujuan yang jelas, serta bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya konsentrasi belajar, terganggunya interaksi sosial, serta kurang optimalnya pencapaian akademik di kelas. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai agar anak dengan ADHD tetap dapat mengikuti proses belajar secara optimal.
Analisis Gangguan Emosi dan Perilaku (Agresi, Tantrum dan Depresi) pada Anak Berkebutuhan Khusus Nurjannah Nurjannah; Hijriati Hijriati; Valira Syifa Zahra; Himayaturrahmah Himayaturrahmah; Intan Ramadhani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40069

Abstract

Gangguan emosi dan perilaku pada anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam proses pendidikan dan perkembangan sosial anak. Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti perilaku agresi, tantrum, dan gejala depresi yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk gangguan emosi dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang anak berkebutuhan khusus di TK Percontohan Raudhatul Jannah Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru kelas sebagai informan utama yang secara langsung mendampingi dan mengamati perkembangan anak selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tidak memperlihatkan perilaku agresi yang berat, meskipun pernah menunjukkan perilaku melempar barang ketika mengalami ledakan emosi. Perilaku tantrum ditemukan sebagai gangguan yang paling dominan, terutama ketika keinginan anak tidak terpenuhi atau saat harus menghentikan aktivitas yang disukainya. Sementara itu, gejala depresi yang muncul ditandai dengan perasaan sedih sementara, kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial, serta berkurangnya semangat dalam mengikuti aktivitas tertentu. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan guru melalui pendampingan yang konsisten serta kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua memiliki peran penting dalam membantu perkembangan kemampuan regulasi emosi dan perilaku anak berkebutuhan khusus.