Pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia industri. Fenomena mismatch kompetensi tersebut terlihat dari tingginya tingkat pengangguran lulusan pendidikan vokasi dan perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Syekh Yusuf dalam mewujudkan konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis terhadap implementasi sertifikasi kompetensi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSP Syekh Yusuf memiliki peran penting dalam meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di berbagai bidang, seperti digital marketing, pemrograman, akuntansi, manajemen sumber daya manusia, administrasi perkantoran, dan kesehatan serta keselamatan kerja. Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen yang mampu menjamin kualitas lulusan, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, keterlibatan asesor profesional dan penggunaan standar kompetensi nasional menjadikan proses sertifikasi lebih objektif dan relevan dengan kebutuhan industri. Meskipun demikian, implementasi sertifikasi kompetensi masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran peserta didik terhadap pentingnya sertifikasi, keterbatasan akses, dan belum optimalnya kolaborasi dengan dunia industri. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia industri untuk memperkuat implementasi link and match melalui sertifikasi kompetensi.