Maria Anisa Bahagia
Pendidikan Keagaman Katolik, STIPAS St. Sirilus Ruteng

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Revitalisasi Tenun Ikat sebagai Identitas Budaya Masyarakat Manggarai Karolina Yuyun; Katarina Sueng; Maria Carlita Franklin; Maria Anisa Bahagia; Rikardus Tari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38750

Abstract

Tenun ikat manggarai merupakan warisan budaya yang merepresentasikan identitas sosial, nilai simbolik, serta struktur kultural masyarakat lokal. Namun, modernisasi dan globalisasi menyebabkan menurunnya minat generasi muda serta berkurangnya peran tenun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mengancam keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi revitalisasi tenun ikat sebagai identitas budaya masyarakat manggarai melalui pendekatan intercultural yang mengintegrasikan pelestarian nilai tradisional, inovasi kreatif, dan partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta didukung data kuantitatif melalui kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenun ikat hanya berfungsi sebagai produk estetika, tetapi juga sebagai simbol identitas, media transmisi nilai budaya dan sumber ekonomi, revitalisasi dilakukan melalui penguatan makna simbolik, inovasi dalam ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, serta peran aktif komunikasi dan pendidikan budaya. Data kualitatif menunjukkan bahwa tingkat pemahaman budaya berbanding lurus dengan partisipasi masyarakat dalam pelestarian. Dengan demikian, revitalisasi tenun ikat memerlukan sinergi antara tradisi dan modernitas agar tetap relevan dan berkelanjutan. Selain itu keberlanjutan program revitalisasi juga sangat bergantung pada keterlibatan generasi mudah sebagai agen perubahan yang mampu menjaga, mengembangkan serta mempromosikan budaya lokal secara kreatif diera digital, serta memperkuat jejaring kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri kreatif dan komunitas adat dalam menjaga eksistensi tenun ikat di masa depan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian budaya serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan pelestarian budaya lokal berbasis komunitas.