One Prasetia Giawa
Manajemen, Universitas HKBP Nommensen Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penerapan Safety Stock dan Reorder Point dalam Manajemen Persediaan Pada Usaha Mikro Toko Sembako Triana Novitasari Br Lumban Gaol; Dwita Agustina Rumahorbo; Dhea Evangkye Sinaga; One Prasetia Giawa; Devica Natali Tambunan; Ramita Br Gultom
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan persediaan barang dagang pada Toko Sembako Rezeki Mandiri serta merumuskan estimasi safety stock dan reorder point sebagai upaya meminimalkan risiko kehabisan stok. Toko sembako sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, sehingga ketersediaan barang harus dijaga secara konsisten. Namun, pengelolaan persediaan pada banyak toko sembako masih dilakukan secara manual dan berdasarkan intuisi pemilik tanpa sistem pencatatan yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Sembako Rezeki Mandiri belum menerapkan sistem pengendalian persediaan yang terukur sehingga sering mengalami stockout pada produk fast moving seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh estimasi safety stock sebesar 20 karung untuk beras 5 kg, 50 botol untuk minyak goreng 1 liter, dan 26 kg untuk gula pasir. Sementara itu, nilai reorder point yang disarankan adalah 28 karung untuk beras, 70 botol untuk minyak goreng, dan 36 kg untuk gula pasir. Penerapan metode safety stock dan reorder point diharapkan mampu membantu toko dalam menjaga ketersediaan barang, mengurangi risiko kehilangan penjualan, meningkatkan efisiensi pengelolaan modal kerja, serta mendukung kelancaran operasional usaha.