Ferdi Frans Antonio
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Karakter Berdasarkan Teori Thomas Licona Kelas VI SD Negeri Purwosari 01 Tri Hariyanti; Ika Ratnaningrum; Ferdi Frans Antonio; Ardiva Puspa Hanani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39281

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan pendidikan karakter berdasarkan teori Thomas Lickona pada siswa kelas VI SD Negeri Purwosari 01, Semarang, Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati siswa, serta pengaruh lingkungan eksternal dan kurangnya motivasi dalam kegiatan kolaboratif dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter, mengidentifikasi tantangan, dan menyoroti peluang untuk pengembangan karakter yang efektif (Rusandi & Muhammad Rusli, 2021). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas, dan analisis dokumentasi (Merdeka, 2023). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pengembangan karakter diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar sehari-hari melalui rutinitas terstruktur, pemodelan moral, dan penguatan positif. Kepemimpinan sekolah dan guru secara aktif mempromosikan pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral, sebagaimana digariskan oleh Lickona, dengan menanamkan nilai-nilai karakter dalam program sekolah, lingkungan kelas, dan kegiatan ekstrakurikuler (Hariandi et al., 2023). Peningkatan yang nyata diamati dalam kedisiplinan dan kesadaran sosial siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik dan kontekstual, yang melibatkan kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua, sangat penting untuk pendidikan karakter yang berkelanjutan. Pelatihan guru yang berkelanjutan dan berbagai kegiatan kontekstual direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas program.