Julia Regina Nagura Malau
Fisika, Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Menulis Siswa di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Implikasi Pendidikan Bahasa Indonesia Julia Regina Nagura Malau; Rachellia Margaretha; Agus Amirul Mukminin Siregar; Lilis Hutauruk
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39432

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya keterampilan menulis. Kehadiran AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengembangkan ide, menyusun kerangka tulisan, memperbaiki tata bahasa, serta melakukan revisi secara lebih efektif. Di sisi lain, penggunaan AI juga menimbulkan berbagai tantangan, seperti ketergantungan terhadap teknologi, menurunnya kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, serta munculnya permasalahan terkait etika akademik dan keaslian karya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menulis siswa di era Artificial Intelligence, mengidentifikasi tantangan yang muncul akibat pemanfaatan AI dalam pembelajaran menulis, serta mengkaji implikasinya terhadap pendidikan Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, prosiding, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berpotensi meningkatkan kualitas tulisan siswa melalui bantuan pengembangan ide, penyusunan struktur teks, dan perbaikan aspek kebahasaan. Namun, penggunaan AI yang tidak terkontrol dapat menimbulkan ketergantungan, mengurangi kemandirian menulis, serta menimbulkan persoalan integritas akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan AI secara bijaksana dengan tetap menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, dan etika akademik siswa. Dengan demikian, AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran tanpa mengurangi esensi keterampilan menulis sebagai proses berpikir dan pembentukan kompetensi literasi.