Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang yang menunjukkan penggunaan berbagai unsur bahasa, budaya, dan simbol sosial sebagai strategi untuk membangun identitas produk serta menarik perhatian konsumen. Penamaan jajanan tidak hanya berfungsi sebagai label produk, tetapi juga sebagai tanda yang mengandung makna tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif dan makna konotatif yang terkandung dalam penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang berdasarkan kajian semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis semiotika Roland Barthes yang difokuskan pada makna denotatif dan konotatif. Data penelitian berupa nama-nama jajanan yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan pencatatan data di kawasan Pasar Lama Kota Tangerang. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi penanda, petanda, makna denotatif, dan makna konotatif yang terkandung dalam setiap nama jajanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 nama jajanan yang layak dianalisis setelah melalui proses validasi ahli. Penamaan jajanan tersebut membentuk lima pola utama, yaitu penamaan berbasis identitas lokal, penamaan berbasis bahasa daerah, penamaan berbasis bahasa populer dan media sosial, penamaan berbasis prestise dan bahasa asing, serta penamaan berbasis sensasi atau hiperbola. Secara denotatif, nama-nama jajanan berfungsi sebagai identitas yang menjelaskan jenis, bahan, atau karakteristik produk. Secara konotatif, nama-nama tersebut mengandung makna yang berkaitan dengan lokalitas, keakraban, kemewahan, keunikan, kreativitas, serta daya tarik emosional yang ditujukan kepada konsumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penamaan jajanan di Pasar Lama Kota Tangerang merupakan praktik semiotik yang memanfaatkan tanda-tanda budaya sebagai strategi komunikasi simbolik dalam budaya konsumsi urban. Nama jajanan tidak hanya berfungsi sebagai penanda produk, tetapi juga sebagai sarana pembentukan citra, identitas, dan persepsi konsumen terhadap produk yang ditawarkan.