Pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan dalam komposisi tubuh, terutama BB, massa otot, lemak tubuh dan lemak visceral. Hal ini menjadi penting karena kepatuhan diet yang baik dapat mempengaruhi status nutrisi pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani HD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan diet dengan komposisi tubuh pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Jenis penelitian ini kuantitatif denganpendekatan Cross Sectional. Total populasi pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang melakukan hemodialisa di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Bhayangkara dengan total sample sebanyak 96 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober - November 2024. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kepatuhan diet dan pengukuran komposisi tubuh menggunakan alat bioimpedance analysis (BIA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan lemak visceral sesudah hemodialisis (p=0,013; p<0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan berat badan sebelum hemodialisis (p=0,358), berat badan sesudah hemodialisis (p=0,375), massa otot sebelum hemodialisis (p=0,535), massa otot sesudah hemodialisis (p=0,550), dan lemak visceral sebelum hemodialisis (p=0,147) karena seluruh nilai p>0,05. Kepatuhan diet pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis perlu ditingkatkan karena berkaitan dengan komposisi tubuh, terutama pada indikator lemak visceral sesudah hemodialisis. Oleh karena itu, pasien PGK disarankan mematuhi diet yang dianjurkan guna mempertahankan kondisi tubuh secara optimal.