Nurisqi Amalia
Sekolah Vokasi , Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterjangkauan Perumahan Di Wilayah Perkotaan India: Pendekatan Model Tobit Nabila Intan Nurjannah; I Gusti Agung Istri Socanti Aryadharma; Manik Kinasih Atmaranti; Nurisqi Amalia
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8270

Abstract

Keterjangkauan perumahan merupakan permasalahan krusial di wilayah perkotaan di India yang dipicu oleh ketidakseimbangan antara kenaikan harga properti dan pertumbuhan pendapatan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan semakin banyak rumah tangga mengalami kesulitan dalam mengakses hunian yang layak, serta berpotensi meningkatkan ketimpangan sosial dan menurunkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterjangkauan perumahan dengan mempertimbangkan karakteristik data yang bersifat terbatas (censored). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model regresi Tobit pada data panel yang mencakup empat kota besar di India selama periode 2014–2022. Variabel dependen yang digunakan adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita, sedangkan variabel independen meliputi GDP per capita, indeks harga properti, suku bunga, tingkat urbanisasi, dan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keterjangkauan perumahan. Secara parsial, variabel suku bunga dan urbanisasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sementara pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif namun relatif lemah. Di sisi lain, GDP per capita dan harga properti tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai Pseudo R² sebesar 7,4% mengindikasikan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variasi keterjangkauan perumahan masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan adanya kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan yang terjangkau.