Nurmaliza Oktaviani
Universitas Muhammadiyah Tangerang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Moderasi Cash Holding terhadap Determinan Keputusan Hedging Perusahaan Industri Dasar dan Kimia di Indonesia Nurmaliza Oktaviani; Hamdani; Sustari Alamsyah; Hendra Galuh Febrianto
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8619

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji apakah profitabilitas, likuiditas, dan ukuran perusahaan mempengaruhi keputusan hedging pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020-2024 dengan menambahkan variabel moderasi yaitu cash holding. Perusahaan ini dipilih karena memiliki risiko eksposur yang tinggi terhadap fluktuasi harga komoditas global dan fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Sampel terdiri dari 26 perusahaan dengan 130 data observasi, yang mana purposive sampling digunakan untuk pemilihan sampel yang sesuai dengan kriteria. Selain itu, data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan tahunan dan keuangan perusahaan yang diakses melalui situs web resmi BEI dan masing-masing perusahaan. Penelitian ini menggunakan software eviews13 dengan menggunakan regresi logistik sebagai metode analisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan cash holding memengaruhi keputusan hedging secara positif dan signifikan. Sebaliknya, kebijakan itu tidak terbukti secara signifikan dipengaruhi oleh profitabilitas dan likuiditas. Selain itu, cash holding tidak memoderasi pengaruh profitabilitas dan likuiditas terhadap keputusan hedging. Namun, mampu memoderasi dengan cara memperlemah pengaruh ukuran perusahaan terhadap keputusan hedging. Ini membuktikan bahwa, berbeda dengan instrumen derivatif, perusahaan besar dengan cadangan kas yang besar biasanya mengandalkan perlindungan internal. Hasil ini diharapkan dapat membantu perusahaan membuat strategi lindung nilai yang efektif di tengah ketidakpastian pasar.