p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tekstual
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Budaya Belanja Online Masyarakat Kota Ternate: Peran J&T Express dalam Distribusi Barang Jandri Fokatea; Syahrir Ibnu; Zulkifli Zulkifli
Tekstual Vol 23 No 1 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v23i1.9876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran J&T Express dalam sistem distribusi barang serta pengaruhnya terhadap perubahan budaya belanja online masyarakat di Kota Ternate. Dalam konteks daerah kepulauan, layanan distribusi logistik memegang peran krusial dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat yang sebelumnya terbatas oleh akses geografis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam kepada pengguna jasa J&T Express dan staf operasional perusahaan. Informan dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman dan keterlibatan langsung dalam aktivitas belanja online maupun operasional distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa J&T Express berkontribusi signifikan dalam mempercepat dan mempermudah proses distribusi barang dari luar daerah ke Kota Ternate. Keberadaan layanan pengiriman yang berbasis aplikasi digital, pelacakan paket secara real-time, serta pengantaran langsung oleh kurir telah menggantikan praktik distribusi tradisional berbasis titipan antar kerabat. Perubahan ini berdampak pada transformasi budaya konsumsi masyarakat yang kini cenderung memilih belanja online karena dianggap lebih efisien dan praktis. Fenomena ini terutama terlihat di kalangan mahasiswa, ASN, dan pelaku usaha kecil-menengah (UMKM). Meskipun terdapat tantangan seperti keterlambatan pengiriman pada masa padat dan keterbatasan jumlah kurir, masyarakat menunjukkan respon positif terhadap layanan J&T Express. Hal ini didasari oleh persepsi bahwa layanan tersebut telah memenuhi ekspektasi dasar konsumen, yaitu kecepatan, kemudahan, dan kejelasan proses distribusi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa J&T Express tidak hanya menjadi agen distribusi logistik, tetapi juga aktor kultural yang berperan dalam membentuk pola konsumsi digital masyarakat urban di wilayah kepulauan.
Public Communication Strategies of the Sultan of Ternate in Revitalizing the Moloku Kie Raha Cultural Identity: A Case Study of the Legu Taranoate Tradition Athirah Rizki Salsabila; Syahrir Ibnu; Alwi Abdul Haq
Tekstual Vol 24 No 1 (2026): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12471

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi komunikasi publik Sultan Ternate dalam merevitalisasi identitas budaya Moloku Kie Raha melalui tradisi Legu Taranoate 2024. Penelitian berangkat dari persoalan bagaimana otoritas tradisional non-negara mempertahankan legitimasi budaya di tengah demokrasi modern, globalisasi, dan perluasan media digital. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, analisis dokumen, dan wawancara semi-terstruktur dengan dua belas informan kunci, meliputi pejabat kesultanan, pemimpin adat, pengelola media, pelaku budaya, dan akademisi. Temuan menunjukkan bahwa Kesultanan Ternate memadukan komunikasi ritual, tata ruang sakral, simbol kerajaan, dialog publik, partisipasi pemuda, dan verifikasi konten digital untuk memperkuat kesinambungan identitas lokal. Secara vertikal, Sultan mengoperasikan modal simbolik melalui ritus Orom Sasadu dan Kololi Kie. Secara horizontal, Legu Taranoate menjadi ruang publik budaya yang memungkinkan warga menegosiasikan nilai adat dengan isu kontemporer. Artikel ini juga menunjukkan bahwa media digital dapat memperluas jangkauan budaya apabila tetap dikendalikan oleh protokol adat. Studi ini menegaskan bahwa revitalisasi budaya berlangsung melalui perpaduan otoritas simbolik, partisipasi masyarakat, dan adaptasi media.