Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter agronomi dan morfologi beberapa varietas sawi pahit (Brassica juncea L.) yang dibudidayakan pada kondisi dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2026 di Desa Tejosari, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, pada ketinggian 1.140 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor yang terdiri atas empat varietas (SWBI002, SA 996, TM 701, dan Morakot) yang diulang sebanyak empat kali. Parameter agronomi yang diamati meliputi umur panen, tinggi tanaman, ukuran daun, jumlah daun, produktivitas hasil, daya simpan, dan umur berbunga, sedangkan karakter morfologi meliputi bentuk daun, warna daun, warna bunga, bentuk biji, warna biji, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap umur panen, tinggi tanaman, panjang daun, hasil, dan umur berbunga, namun tidak berpengaruh nyata terhadap lebar daun, jumlah daun, dan daya simpan. Varietas SWBI002 menghasilkan produksi tertinggi (27,35 ton/ha) dan memiliki rasa sedikit pahit, sedangkan varietas lainnya memiliki rasa pahit. Perbedaan morfologi terlihat pada bentuk daun, warna daun dan warna tangkai bunga. Variasi tersebut terutama dipengaruhi oleh faktor genetik. Penelitian ini penting dilakukan karena informasi mengenai karakter agronomi dan morfologi beberapa varietas sawi pahit pada kondisi dataran tinggi masih terbatas, khususnya yang mengkaji hubungan antara produktivitas, karakter morfologi, dan preferensi kualitas hasil secara bersamaan. Penelitian-penelitian sebelumnya umumnya hanya berfokus pada pertumbuhan dan hasil tanaman tanpa melakukan evaluasi morfologi secara komprehensif pada berbagai varietas sawi pahit di lingkungan dataran tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk memperoleh informasi ilmiah yang lebih lengkap sebagai dasar pemilihan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan memiliki karakter morfologi yang sesuai dengan kebutuhan budidaya maupun preferensi pasar.