Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepemimpinan Profesionalisme Kepala Sekolah Berbasis Servant Leadership dalam Perkembangan Manajemen Mutu Pendidikan Muhammad Yasir Arafah
Journal Central Publisher Vol 3 No 8 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i8.716

Abstract

Latar Belakang : Mutu pendidikan merupakan indikator utama keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kepemimpinan kepala sekolah. Dalam era transformasi digital dan perubahan tuntutan pendidikan yang semakin kompleks, kepala sekolah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga profesionalisme yang mampu mengakomodasi kebutuhan guru, peserta didik, dan pemangku kepentingan lainnya. Salah satu pendekatan kepemimpinan yang relevan adalah servant leadership, yaitu gaya kepemimpinan yang menempatkan pelayanan, pemberdayaan, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran profesionalisme kepala sekolah berbasis servant leadership dalam perkembangan manajemen mutu pendidikan, serta mengidentifikasi kontribusi, tantangan, dan faktor-faktor yang memengaruhi penerapannya guna merumuskan strategi kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan Metode : Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan profesionalisme kepala sekolah, servant leadership, dan manajemen mutu pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi, seleksi, dan kajian mendalam terhadap sumber-sumber yang kredibel untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dan implementasi kepemimpinan kepala sekolah berbasis servant leadership dalam pengembangan manajemen mutu pendidikan. Hasil dan Pembahasan : Hasil pembahasan menunjukkan bahwa profesionalisme kepala sekolah berbasis servant leadership memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan manajemen mutu pendidikan. Penerapan prinsip-prinsip pelayanan, pemberdayaan, empati, dan kolaborasi mampu menciptakan budaya mutu yang kondusif, meningkatkan kinerja guru, memperkuat komitmen organisasi, serta mendorong partisipasi aktif seluruh warga sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan. Selain itu, kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan terbukti mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah, kualitas pembelajaran, dan kepuasan pemangku kepentingan pendidikan Kesimpulan : Di era transformasi digital dan perubahan pendidikan yang semakin dinamis, profesionalisme kepala sekolah berbasis servant leadership menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan manajemen mutu pendidikan. Kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, pemberdayaan, dan kolaborasi mampu menciptakan budaya mutu yang positif, meningkatkan kinerja guru, memperkuat kerja sama antarwarga sekolah, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang berkualitas. Melalui pendekatan ini, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendukung pengembangan potensi seluruh warga sekolah
FILANTROPI ISLAM DALAM MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN BERBASIS SPIRITUAL DI YAYASAN AL BIRUNI CIREBON Muhammad Yasir Arafah
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.254

Abstract

Pembiayaan pendidikan merupakan aspek krusial untuk menjamin keberlangsungan dan peningkatan mutu lembaga pendidikan, sehingga diperlukan strategi pengelolaan yang tidak hanya efektif secara finansial, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual dan sosial. Di tengah meningkatnya biaya operasional dan tuntutan kualitas, filantropi Islam melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf hadir sebagai alternatif sumber dana yang mendukung pemerataan akses pendidikan sekaligus menanamkan nilai amanah, keikhlasan, dan kepedulian. Penerapan sistem ini menjadi relevan karena berorientasi pada pengelolaan dana yang transparan, akuntabel, dan berprinsip syariah. Yayasan Al Biruni Cirebon sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki potensi besar mengoptimalkan dana filantropi untuk mendukung program pendidikan, beasiswa, sarana prasarana, dan peningkatan kualitas SDM, sehingga kajian mengenai implementasi dan efektivitas model ini sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi filantropi Islam dalam manajemen pembiayaan pendidikan berbasis spiritual di Yayasan Al Biruni Cirebon, mengidentifikasi peran zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam mendukung keberlanjutan pembiayaan, serta mengkaji kontribusi nilai-nilai spiritual terhadap efektivitas dan transparansi pengelolaan dana. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi tantangan yang ada guna merumuskan strategi pengelolaan pembiayaan yang berkelanjutan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan filantropi Islam memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan dan peningkatan mutu pendidikan di Yayasan Al Biruni Cirebon. Dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel berfungsi sebagai sumber pembiayaan alternatif yang mendukung penyediaan sarana, pemberian beasiswa, peningkatan kesejahteraan pendidik, dan program pengembangan pendidikan. Integrasi nilai spiritual seperti amanah, keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial terbukti mampu membangun budaya organisasi beretika Islam, meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat partisipasi donatur, serta menciptakan sistem pembiayaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Filantropi Islam dalam manajemen pembiayaan pendidikan berbasis spiritual merupakan strategi penting dalam transformasi pendidikan. Pengelolaan dana yang profesional dan transparan tidak hanya memperkuat operasional lembaga, tetapi juga memperluas akses pendidikan dan pengembangan sumber daya. Melalui integrasi nilai-nilai spiritual, Yayasan Al Biruni Cirebon mampu membangun tata kelola keuangan yang berorientasi pada keberkahan dan kemaslahatan, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan selaras dengan prinsip-prinsip Islam.
IMPLEMENTASI PROGRAM ENTREPRENEUR SCHOOL DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEWIRAUSAHAAN PESERTA DIDIK DI SMA 8 CIREBON Muhammad Yasir Arafah
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.255

Abstract

Di era globalisasi dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat, peserta didik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, kemandirian, keberanian mengambil risiko, serta jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab. Program Entrepreneur School menjadi strategi sekolah untuk mengintegrasikan kegiatan kewirausahaan ke dalam proses pendidikan guna membentuk karakter tersebut sejak dini. SMA Negeri 8 Cirebon menerapkan program ini sebagai upaya menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan, sehingga kajian mengenai pelaksanaannya menjadi penting untuk mengetahui efektivitas, faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Entrepreneur School dalam membentuk karakter kewirausahaan peserta didik di SMA Negeri 8 Cirebon, mengidentifikasi peran program dalam menumbuhkan sikap mandiri, kreatif, inovatif, disiplin, bertanggung jawab, serta kemampuan memecahkan masalah dan berkolaborasi. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan guna merumuskan strategi optimalisasi program.Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dengan menelaah berbagai sumber literatur relevan seperti buku, artikel jurnal, prosiding, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen terkait. Data dikumpulkan melalui identifikasi, seleksi, dan kajian mendalam terhadap sumber yang kredibel, kemudian dianalisis untuk memahami konsep, strategi pelaksanaan, serta dampak program terhadap pembentukan karakter kewirausahaan. Implementasi Program Entrepreneur School memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter kewirausahaan peserta didik. Melalui kegiatan berbasis praktik, peserta didik mengembangkan sikap mandiri, kreatif, inovatif, disiplin, bertanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dan mengambil keputusan. Program ini juga memberikan pengalaman nyata dalam mengidentifikasi peluang usaha dan mengelola sumber daya. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh keterbatasan sarana prasarana, kurangnya kolaborasi dengan dunia usaha, serta perbedaan motivasi peserta didik. Program Entrepreneur School berperan penting dalam menanamkan nilai kewirausahaan dan menyiapkan peserta didik menghadapi persaingan global. Keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada dukungan sekolah, kompetensi pendidik, ketersediaan fasilitas, serta sinergi dengan orang tua dan dunia usaha. Oleh karena itu, pengembangan program secara berkelanjutan melalui inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas pihak diperlukan agar menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kewirausahaan yang kuat, adaptif, dan berdaya saing.
PENGARUH KURIKULUM INTEGRATIF DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KOMPETENSI SANTRI MELALUI STUDENT ENGAGEMENT DI MADRASAH ALIYAH AL-ISLAH BOBOS DUKUPUNTANG CIREBON Muhammad Yasir Arafah
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i10.258

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam di era globalisasi menuntut lembaga pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi spiritual, karakter, dan keterampilan yang mampu menjawab tantangan zaman. Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam perlu mengembangkan kurikulum integratif yang menyatukan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai keislaman. Di sisi lain, kepemimpinan transformasional kepala madrasah berperan penting dalam menciptakan budaya belajar inovatif dan memotivasi warga sekolah. Keberhasilan kedua aspek tersebut sangat bergantung pada tingkat keterlibatan santri (student engagement), karena partisipasi aktif, komitmen, dan keterikatan emosional menjadi penentu optimal tidaknya pencapaian kompetensi. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji sinergi antara kurikulum, kepemimpinan, dan keterlibatan santri dalam meningkatkan kualitas pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kurikulum Integratif dan Kepemimpinan Transformasional terhadap kompetensi santri melalui Student Engagement di Madrasah Aliyah Al-Islah Bobos, Dukupuntang, Cirebon. Secara khusus, penelitian ini menelaah sejauh mana integrasi nilai keislaman dan ilmu pengetahuan serta gaya kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan keterlibatan santri dalam pembelajaran, dampaknya terhadap peningkatan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis seperti buku ilmiah, jurnal penelitian, artikel akademik, hasil penelitian terdahulu, serta dalil Al-Qur’an dan Hadits yang relevan. Seluruh data dikaji, dibandingkan, dan dianalisis secara mendalam untuk menggambarkan hubungan antarvariabel, sehingga diperoleh pemahaman komprehensif mengenai peran kurikulum integratif dan kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kompetensi santri melalui keterlibatan belajar.Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Integratif dan Kepemimpinan Transformasional memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kompetensi santri melalui Student Engagement. Kurikulum yang memadukan nilai agama dan ilmu umum menciptakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan relevan, sehingga mendorong keterlibatan aktif santri. Sementara itu, kepemimpinan transformasional yang visioner dan inspiratif memperkuat budaya akademik positif serta motivasi belajar. Tingginya keterlibatan santri menjadikan mereka lebih aktif, disiplin, dan bertanggung jawab, yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Sebaliknya, jika implementasi kurikulum tidak adaptif dan kepemimpinan tidak dinamis, keterlibatan belajar menurun dan pencapaian kompetensi menjadi kurang optimal.Kurikulum Integratif dan Kepemimpinan Transformasional memiliki pengaruh positif dan penting terhadap kompetensi santri, dengan Student Engagement sebagai faktor penghubung yang memperkuat hubungan keduanya. Penerapan kurikulum yang terpadu membuat pembelajaran lebih relevan dan bermakna, sedangkan kepemimpinan transformasional menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan kolaboratif. Sinergi antara ketiga elemen tersebut menjadi kunci utama peningkatan mutu pendidikan di madrasah, yang mampu menghasilkan lulusan berkompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi serta perubahan sosial di era modern.