Dalam pembuatan produk siap saji diperlukan berbagai tahap proses agar produk tidak terkontaminasi mikroorganisme yang berbahaya bagi tubuh. Salah satu proses yang perlu dilakukan adalah tahap sterilisasi pada kemasan produk untuk membunuh spora dan bakteri berbahaya seperti Clostridium thermosaccolyaticum, Bacillus spp., dan Clostridium botulinum yang berkembang pesat dalam kemasan siap saji dimana memiliki karakteristik anaerobik. Retort atau autoclave merupakan salah satu metode sterilisasi secara komersial yang berkaitan dengan penggunaan panas dengan meningkatkan suhu dalam plant tertutup. Proses ini memerlukan pengontrol yang baik untuk mengendalikan suhu steril di 115- 125oC dalam waktu yang sudah ditentukan untuk membunuh mikroorganisme berbahaya. Logika Fuzzy Mamdani merupakan metode penalaran berbasis pendekatan dan asumsi yang mirip dengan model penalaran manusia yang dikenal dengan metode min-max. Metode ini sesuai untuk digunakan dengan kondisi plant yang diatur tidak diketahui karakteristiknya. Respon sistem khususnya nilai error steady state yang didapat pada pengontrollan diperhatikan dimana toleransi terhadap setpoint pada sterilisasi makanan tidak boleh diatas 5% untuk memastikan bahwa mikroorganisme sudah mati dan makan terjamin steril. Selain itu waktu settling time juga perlu diperhatikan untuk tidak terlalu lama dikarenakan efisiensi waktu dan energi pada industri yang krusial dimana idealnya dalam 1 batch proses sterilisasi ada di 30-60 menit. Setelah dilakukan pengujian 1 batch proses retort didapat error steady state pada proses pre-heating sebesar 1,6% dan fase holding di 1,72% dengan waktu selama 38 menit 53 detik. Kata Kunci — Sterilisasi, Retort, Logika Fuzzy, Mamdani, error steady state