A. Muh. Ali
PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Orang Tua terhadap Risiko Ketergantungan Permainan Peran Digital dan Implikasinya terhadap Literasi Digital dalam Konteks Sosial A. Muh. Ali; Hardiyanti Hatibu
GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/gjipp.v4i1.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua terhadap dampak role-playing games (RPG) berbasis Android pada anak sekolah dasar di Indonesia, dengan fokus pada risiko penggunaan, strategi mediasi keluarga, dan kebutuhan literasi digital. Penelitian menggunakan desain concurrent mixed-methods dengan melibatkan 152 orang tua atau wali siswa sekolah dasar melalui kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa meskipun orang tua mengakui manfaat sosial RPG, persepsi terhadap risiko penggunaan cenderung lebih dominan, terutama terkait kebutuhan aturan penggunaan game yang jelas dan kesulitan anak menghentikan aktivitas bermain. Analisis tematik mengidentifikasi tema utama berupa ketergantungan dan gangguan akademik, rendahnya supervisi orang tua, kebutuhan regulasi waktu layar, serta penguatan literasi digital keluarga. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan persepsi antara orang tua, siswa, dan guru terkait dampak sosial penggunaan RPG pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan pemahaman orang tua terhadap ekosistem permainan digital memengaruhi efektivitas mediasi penggunaan game pada anak. Oleh karena itu, penguatan literasi digital keluarga melalui komunikasi aktif, penyusunan aturan penggunaan game secara kolaboratif, dan peningkatan kolaborasi antara keluarga serta sekolah diperlukan untuk mendukung perilaku digital yang lebih sehat pada anak usia sekolah dasar.