Lila Tursina
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kosmologi Tafsir Zaghlul An-Najjar Lila Tursina
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 2 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i2.410

Abstract

Al-Qur’an adalah mukjizat Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad yang tidak akan habis ketika ingin dikaji lebih mendalam. Tokoh kontemporer asal Mesir Zahglul An-Najjar juga ikut serta mengembangkan lebih luas ilmu pengetahuan dengan fokus kajian pada bidang geologi. Zaghlul mengembangkan pemikirannya pada penafsiran Alquran dengan fokus pengembangan kosmologi, I’jaz ilmi dan hemeneutika hadis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola kosmologi yang ia bentuk dalam penafsiran ayat Alquran, dan melihat sejauh mana pengembangan penafsiran ilmi yang dilakukan Zaghlul dengan pola pikir yang baru tersebut. Metode yang dipakai dalam penelitian menggunakan metode deskriptif, peneliti akan berfokus pada gambaran umum ilmu kosmologi secara rinci dan sistematis terhadap objek penelitian yaitu kosmologi dan pemikiran Zaghlul secara umum. Bidang kosmologi yang beliau geluti menghasilkan sebuah karya Tafsir Al-Qur’an Al-Ayat Al-Kauniyyah fi Al-Qur’an Al-Karim yang ditafsirkan hanya ayat-ayat yang lekat dengan ilmu sains dan didukung dengan keilmuan ilmiah abad 20. Pemikiran Zaghlul cenderung menggabungkan ilmu pengetahuan dan filsafat serta melihat aspek pemahaman Islam yang mengaitkan unsur agama, ilmu pengetahuan, dan peradaban. Menurut Zaghlul, Allah mangajak manusia untuk berpikir mengenai alam semesta baik darimana alam semesta berasal dan bagaimana berakhirnya alam semesta. Penafsiran Zaghlul, tidak disetujui oleh sebagian mufassir yang berkecimpung dalam dunia penafsiran, karena terkesan memaksakan ayat Alquran berdasarkan ilmu sains, sedangkan ilmu sains tidak tentu akan relevan dengan perkembangan zaman.