Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asbabun Nuzul dalam Studi Al-Qur’an: Pengertian, Urgensi, Kaedah, dan Aplikasinya dalam Penafsiran Al-Qur’an Cut Ismalia Benazir; Hidayatil Muslimah
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 2 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i2.472

Abstract

Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW dalam konteks sejarah, sosial, dan budaya tertentu. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sebab-sebab turunnya ayat (Asbābun Nuzūl) menjadi bagian penting dalam studi Al-Qur’an, khususnya dalam penafsiran ayat secara tepat dan komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian Asbābun Nuzūl, urgensi dan kegunaannya, kaidah-kaidah yang berkaitan dengannya, serta aplikasinya dalam penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, melalui penelaahan terhadap kitab-kitab tafsir, Ulumul Qur’an, dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Asbābun Nuzūl memiliki peran penting dalam membantu mufasir memahami konteks turunnya ayat, menghindari kesalahan penafsiran, serta menjelaskan hikmah dan tujuan pensyariatan hukum dalam Al-Qur’an. Selain itu, penerapan Asbābun Nuzūl harus dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan validitas riwayat dan kaidah-kaidah yang telah disepakati para ulama, khususnya prinsip keumuman lafaz dan kekhususan sebab. Dengan demikian, Asbābun Nuzūl tidak hanya berfungsi sebagai informasi historis, tetapi juga sebagai instrumen metodologis yang penting dalam menghasilkan penafsiran Al-Qur’an yang kontekstual, relevan, dan bertanggung jawab secara keilmuan.