This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ADAPTASIĀ  NELAYAN TERHADAPĀ  PERUBAHAN IKLIM: STUDI KASUS NELAYAN DESA TANJUNG BULAN, KECAMATAN TANJUNG KEMUNING, KABUPATEN KAUR, BENGKULU dinkarti, Purnamasari kebat
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang bergantung pada sumber daya laut sebagai mata pencaharian utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk adaptasi nelayan serta keberadaan kearifan lokal masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap masyarakat nelayan, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim berdampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi nelayan. Cuaca yang semakin tidak menentu, meningkatnya frekuensi badai, gelombang tinggi, serta perubahan pola musim menyebabkan nelayan kesulitan menentukan waktu melaut, menurunkan hasil tangkapan, dan meningkatkan biaya operasional. Dampak tersebut berpengaruh pada menurunnya pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga nelayan. Di sisi lain, masyarakat masih mempertahankan berbagai bentuk kearifan lokal, seperti tradisi gotong royong, kegiatan adat tahunan, dan aturan sosial terkait aktivitas melaut. Namun, sebagian pengetahuan tradisional dalam memprediksi kondisi cuaca mulai kurang efektif akibat perubahan iklim yang semakin sulit diperkirakan. Sebagai bentuk adaptasi, nelayan mulai memanfaatkan teknologi modern, seperti aplikasi prakiraan cuaca, untuk membantu menentukan kondisi laut yang aman sebelum melaut. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi modern menjadi strategi penting dalam meningkatkan kemampuan adaptasi nelayan terhadap perubahan iklim serta menjaga keberlanjutan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir.