The value of Belief in the One and Only God is a fundamental principle in the life of the Indonesian nation and state, functioning as a moral, ethical, and spiritual foundation in building a harmonious social order. This study aims to analyze the forms of implementation of the value of Belief in the One and Only God in community life and its relevance to the dynamics of nationhood and statehood. The research method used is a qualitative approach with a descriptive-analytical type of research, through literature review, conceptual analysis, and interpretation of various social phenomena related to religious and national life. The results of the study indicate that the value of Belief in the One and Only God not only has a theological dimension but also serves as an ethical guideline in shaping attitudes of tolerance, justice, social responsibility, and respect for diversity. The implementation of this value is reflected in state practices, social interactions, and the collective awareness of society in maintaining national unity. This study confirms that strengthening the value of Belief in the One and Only God is an important element in facing the challenges of modernity, including moral crises, social conflicts, and value degradation. Therefore, the internalization of this value needs to be continuously developed through education, public policy, and social culture to strengthen national character. Keywords: Implementation, Belief in the One and Only God, Nationhood, Statehood Abstrak Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan prinsip fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, yang berfungsi sebagai landasan moral, etika, dan spiritual dalam membangun tatanan sosial yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan masyarakat serta relevansinya terhadap dinamika kebangsaan dan kenegaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis, melalui kajian literatur, analisis konseptual, dan interpretasi terhadap berbagai fenomena sosial yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan kebangsaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tidak hanya memiliki dimensi teologis, tetapi juga berperan sebagai pedoman etis dalam membentuk sikap toleransi, keadilan, tanggung jawab sosial, serta penghormatan terhadap keberagaman. Implementasi nilai tersebut tercermin dalam praktik kehidupan bernegara, interaksi sosial, serta kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga persatuan nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi elemen penting dalam menghadapi tantangan modernitas, termasuk krisis moral, konflik sosial, dan degradasi nilai. Oleh karena itu, internalisasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa perlu terus dikembangkan melalui pendidikan, kebijakan publik, dan budaya sosial untuk memperkuat karakter kebangsaan. Kata Kunci : Implementasi, Nilai Ketuhanan yang maha esa, Berbangsa, Bernegara